Alpen Steel | Renewable Energy

~ Penolakan Pembangunan Waduk Jatigede

 Waduk Jatigede - Uga Cinambo (China Bodo)
 
Article menarik dari Walhi mengenai penolakan pembangunan Jatigede yang rencananya akan dibiayai oleh China USD 200 juta (Rp. 2 Trilyun)... dengan adanya krisis global gini... kira-2 China mau ngak yah melepas devisa negaranya senilai USD 200 juta?

Kalo analisa Walhi dibawah ini lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya... mudah-2an cepet-2 diberikan kejelasan mengenai kelanjutannya....

Secara masyarakat di Sumedang sih percaya dengan UGA CINAMBO... Cina anu Bodo katanya... mereka percaya proyeknya ngak akan jalan... dan China akan kabobodo ;))... wallohualam. Kita lihat aja perkembangannya... apakah UGA tersebut bener ato enggak....

Walhi Tolak Pembangunan Waduk Jatigede

Jakarta – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menolak Pembangunan Waduk Serbaguna (PWS) Jatigede di Indramayu, Majalengka, dan Cirebon, Jawa Barat, karena bendungan itu berada pada daerah rawan gempa.

Penolakan itu ditegaskan dalam siaran pers Walhi yang diterima redaksi VHR melalui email Kamis (12/10) siang.

Walhi meminta kepada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Muhammad Jusuf Kalla untuk menghentikan rencana pembangunan bendungan Jatigede karena akan membawa lebih banyak masalah daripada solusi.

Menurut Walhi, kebutuhan air dan energi listrik memang penting namun tidak
dengan cara membebani rakyat dengan utang luar negeri, merelakan
kebudayaannya hancur, serta merelakan hancurnya sistem ekologis
di sekitar bendungan yang berujung pada bencana ekologis yang tak berkesudahan.

Pembangunan Waduk Serbaguna Jatigede untuk irigasi dan pencegah banjir itu akan berdampak buruk terhadap masyarakat di sekitarnya dan ekosistem secara global.

Proyek Waduk Jatigede yang telah direncanakan sejak tahun 1963 itu berlokasi di Jawa Barat utara, tepatnya bagi daerah Indramayu, Majalengka, dan Cirebon. Pembangunan proyek ini akan menenggelamkan lima kecamatan dan 30 desa.

Walhi menjabarkan beberapa dampak pembangunan bendungan itu. Pertama, sekitar 70.000 jiwa akan kehilangan tempat tinggal dan lahan garapan, 1.200 hektare hutan milik Perhutani akan lenyap, puluhan situs sejarah akan tersapu, serta hilangnya potensi hasil bumi yang cukup besar.

Kedua, hilangnya lahan subur dan turunnya produksi pertanian. Dampak negatifnya tidak saja menyangkut aspek geologi dengan adanya struktur tanah patahan berpotensi bencana dan rawan gempa, tetapi juga terhadap potensi sumber daya alam, budaya, sosial, dan lainnya.

Ketiga, bendungan itu membutuhkan lahan seluas 4.892 hektare di mana seluas 3.696 hektare merupakan lahan milik penduduk. Dari luas lahan itu hampir 3.200 hektare merupakan lahan subur bagi pertanian, sehingga mengancam produksi beras di Kabupaten Sumedang berkurang sekitar 80.000 ton per tahun.

Keempat, dari luas DAS Cimanuk 360.000 hektare, 47% merupakan lahan kritis yang merupakan daerah hulu Sungai Cimanuk yang menjadi suplai air untuk
bendungan.

Kelima, dampak terhadap lingkungan. Ribuan spesies tumbuhan dan hewan, akan ikut amblas sebelum sempat terinventarisasi. Karakter tanah dan hutan sekitar Jatigede yang unik, tentu menyimpan kekayaan alam berupa flora dan fauna sangat beragam. Bendungan diduga berkokntribusi sebanyak ¼ proses pemanasan global (WCD) karena gas metan dan karbondioksida yang dihasilkan.

Keenam, dampak Sosial. Hilangnya budaya lokal, dan tenggelamnya puluhan situs bersejarah, terutama yang berkaitan dengan sejarah sumedang.

Ketujuh, dampak lainnya adalah potensi konflik di daerah relokasi, pelanggaran HAM, masalah pemindahan penduduk. Sejarah proses pemindahan penduduk secara keseluruhan sangat buruk melihat dari kasus bendungan yang lain, contoh kasus di India dimana banyak penduduk berakhir di pemukiman kumuh tanpa mendapatkan kehidupan yang layak. Perubahan budaya, cara hidup termasuk dalam memenuhi kebutuhan dasar hidup menjadi tidak terjamin. Contoh nyata pemindahan masyarakat pada proyek pembangunan Kedungombo ke tempat yang tidak subur sama sekali membuat petani tidak dapat memenuhi kehidupannya. (Astri Siregar)

 

Posted by Aasep

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook