~ PLTA Gumbasa 20 MW Tahap Pertama Mulai Dibangun

Pembangunan Tahap Pertama PLTA Gumbasa 20 MW Dimulai

Pembangunan tahap pertama PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) memanfaatkan air Sungai Gumbasa di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah sebesar 20 megawatt (MW).

"Ini berdasarkan hasil penelitian dan survei yang dilakukan investor PT Gumbasa Energi," kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Donggala, Hasan Ladjinta di Palu, Jumat.

Berdasarkan hasil survei dan penelitian, sumber air bagi pembangunan proyek kelistrikan itu dapat menghasilkan daya listrik hingga mencapai 125 MW.

Ia enggan merinci nilai investasi, kecuali mengatakan pembangunan proyek tersebut akan dilakukan secara bertahap, dan diharapkan sudah mulai beroperasi memasok daya listrik kepada masyarakat dan industri di kabupaten Donggala 2009.

Pihak investor bersama Pemkab Donggala dan Universitas Tadulako (Untad) Palu sementara melakukan penyusunan Analisis Dampak Lingkungan untuk pembangunan proyek PLTA dimaksud.

"Kita berharap Amdal bisa secepatnya rampung sehingga perusahaan dapat segera melakukan kegiatan pembangunan," ujar Ladjinta.

Guna mensukseskan pembangunan mega proyek kelistrikan tersebut, pihak perusahaan bersama-sama dengan Pemkab Donggala terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Dari sosialiasi yang dilakukan selama ini, masyarakat mendukung rencana pembangunan proyek PLTA di Sungai Gumbasa selagi hal itu tidak berdampak negatif terhadap lingkungan sekitarnya.

"Tidak ada masalah dengan pembangunan proyek itu. Prinsipnya masyarakat menyambut dan mendukung positif pembangunan PLTA," katanya.

Pemerintah dan masyarakat di empat kecamatan mendukung rencana pembangunan mega proyek kelistrikan itu guna segera mengatasi krisis listrik di Kabupaten Donggala.

Dalam pelaksanaan kegiatan, pihak perusahaan melibatkan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja sesuai kebutuhan dan juga menyediakan biaya ganti rugi terhadap tanah masyarakat yang terkena lokasi proyek sesuai harga yang layak.

Perusahaan juga siap mengucurkan dana pengembangan masyarakat guna membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar lokasi proyek. "Ini sudah merupakan kewajiban serta tanggungjawab pihak perusahaan," ujarnya.

Menurut dia, ada berbagai keuntungan yang dapat diperoleh apabila proyek PLTA beroperasi. Keuntungan dimaksud antara lain mengatasi krisis energi listrik di wilayah kabupaten Donggala dan juga ibukota provinsi Sulteng.

Juga sebagai salah satu pos sumber pendapatan asli daerah (PAD) bagi Pemkab Donggala serta dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitarnya.

Kebutuhan listrik di Kabupaten Donggala selama ini disuplai dari sistem kelistrikan Palu yang hanya mengandalkan mesin-mesin PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Disel) yang kemampuannya sudah menurun karena sudah beroperasi di atas 15 tahun.

Sekalipun sudah dibantu dua unit mesin PLTU masing-masing berkapasitas 1x15MW, namun sistem kelistrikan Palu masih tetap mengalami kekurangan daya dan sering terjadi pemadaman.

Bahkan kurun beberapa hari terakhir ini, setiap malam aliran listrik di Palu dan sejumlah desa di Kabupaten Donggala padam, karena dua unit PLTU rusak dan dalam upaya perbaikan.

Masyarakat dan kalangan pelaku usaha di Palu dan Donggala hanya berharap pembangunan proyek PLTA Gumbasa secepatnya dapat dilakukan guna mengatasi krisis energi listrik di dua daerah Sulteng itu.

Kapanlagi.

 

 


Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum