Alpen Steel | Renewable Energy

~ PLTA Lau Renun Bisa Merngancam Ekosistem Sungai

PLTA Lau Renun Bisa Merusak Ekosistem

Pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Air Lau Renun di
Kabupaten Dairi bisa mengancam keberlangsungan ekosistem daerah aliran
Sungai Lau Renun dan 11 anak sungainya. Lahan yang pengairannya
tergantung aliran sungai itu terancam kekeringan jika airnya tersedot untuk
PLTA Lau Renun.

Tahun lalu PLN di hadapan masyarakat sempat berjanji akan mengutamakan
kepentingan petani dan masyarakat sekitar. Komitmen ini yang kami pegang.
Lahan padi milik masyarakat bisa terancam kekeringan jika PLN melanggar
komitmen yang mereka buat,” ujar Ketua Lembaga Studi Pemantauan
Lingkungan (LSPL) Poltak Simanjuntak, Senin (19/12) di Medan.
Ekosistem di daerah aliran Sungai Lau Renun juga terganggu jika PLN
memonopoli aliran 11 anak sungai dan sungai induk. ”Tentu, pengurangan debit
air akan memengaruhi ekosistem sungai. Namun, sejauh ini masih belum
terlihat karena PLTA belum beroperasi,” ujar Poltak.

Pengoperasian PLTA Lau Renun juga terancam oleh penurunan debit air
Sungai Lau Renun. Ancaman turunnya debit air sungai dapat terjadi sewaktuwaktu
mengingat perambahan hutan lindung Lae Pondom sebagai daerah
tangkapan air sungai ini.

Menurut Bupati Dairi MP Tumanggor, hampir 60 persen hutan di daerah
tangkapan air sungai rusak. Tumanggor tidak menjelaskan lebih lanjut seberapa
luas hutan yang rusak.

Dia menuding perambahan hutan oleh masyarakat sebagai penyebab rusaknya
hutan di daerah tangkapan air. ”Tak ada illegal logging, yang ada perambahan
hutan. Jadi, kami hitung sejak tahun 1982 hutan itu sudah berkurang hampir 60
persen,” katanya.

Dia juga menjamin pengoperasian PLTA Lau Renun tidak akan mengganggu
ekosistem sungai induk dan 11 anak sungai lainnya. Dia mengaku, sejak tahun
1982 terjadi penurunan debit air di Sungai Lau Renun.
”Kalau tahun 1982 debit air Sungai Lau Renun mencapai 20 meter kubik per
detik, sekarang tinggal 13 meter kubik per detik. Untuk bisa mengoperasikan
dua turbin di PLTA Lau Renun, butuh 10 meter kubik per detik. Kami sudah
menghitung kebutuhan petani dan masyarakat di sekitar aliran sungai, yakni 2,7
meter kubik per detik. Jadi, pengoperasian PLTA Lau Renun tidak akan
mengganggu kebutuhan masyarakat,” katanya.
PLTA Lau Renun yang dibangun dengan hibah dari Japan Bank for
International Cooperation diproyeksikan mampu menghasilkan daya sebesar 2
x 41 megawatt dengan kemampuan suplai 313,5 GWh setahun. Pengoperasian
PLTA ini diharapkan mampu menutup kekurangan pasokan listrik di wilayah
Sumatera bagian utara yang sampai saat ini masih mengandalkan PLTGU
Sicanang, Belawan.

Kalau debit tidak sampai 10 meter kubik per detik, mungkin hanya 1 x 41
megawatt yang dioperasikan. Yang penting menjaga debit Sungai Lau Renun
tidak menurun.

Medan, Kompas

 

 

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook