Jumlah mata air di NTB sekitar 500 titik, tapi karena adanya kerusakan hutan, titik mata air itu sekarang sudah berkurang lebih dari 50 persen
Mataram (ANTARA News) - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Nusa Tenggara Barat memprediksi Pulau Lombok akan dihadapkan dengan bahaya kekeringan pada 2014 mendatang karena berkurangnya debit air.

"Pulau Lombok pada 2014 terancam defisit air dan bahaya kekeringan karena kekurangan sekitar 2,5 miliar debit air," kata Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Nusa Tenggara Barat (NTB) Ali Usman Alkhairi, di Mataram, Rabu.

Menurut dia, ketersediaan air untuk sumber kehidupan akan menjadi ancaman serius di NTB, khususnya di Pulau Lombok, karena daya dukung sumber daya air setiap tahun terus mengalami penurunan sebagai dampak dari kerusakan hutan.

Hasil kajian yang dilakukan Walhi NTB, rata-rata setiap tahun laju kerusakan hutan di NTB, mencapai 20 ribu hektar dengan frekuensi penurunan debit air dalam sepuluh tahun terakhir mencapai 25 persen.

"Jumlah mata air di NTB sekitar 500 titik, tapi karena adanya kerusakan hutan, titik mata air itu sekarang sudah berkurang lebih dari 50 persen. Ini kondisi yang harus diwaspadai," ujarnya.