Alpen Steel | Renewable Energy

~ Krisis Listrik Di Poso

KABUPATEN POSO KRISIS ENERGI LISTRIK
 
 

POSO KOTA
Berkurangnya daya mesin pembangkit listrik milik PLN karena faktor usia, membuat kabupaten Poso Sulawesi Tengah kini mengadapi Situasi defisit energi listrik.  Akibatnya Setiap hari PLN di Poso harus melakukan pemadaman bergilir dan tidak lagi melayani permintaan sambungan baru dari masyarakat.

 

Petugas PLN memperbaiki mesin yang rusak

Kabupaten Poso di Provinsi
Sulawesi Tengah saat ini sedang menghadapi situasi krisis energi listrik. Ferry Pagimanan pejabat suvervisor pelanggan pada PT.PLN Ranting Poso pada Sabtu 17 Oktober 2009 menjelaskan setiap harinya Poso mengalami defisit energi listrik mencapai 2600 kilowatt. Defisit energi listrik disebabkan oleh penurunan daya mesin pembangkit listrik milik PLN yang umumnya telah berusia diatas 20 tahun.  Kondisi ini memaksa diberlakukannya pemadaman bergilir baik pada siang dan malam hari  Sehingga praktis rata-rata setiap pelanggan PLN hanya dapat menikmati aliran listrik selama 12 jam setiap harinya .“Kalau dengan pemadaman satu berbanding satu saat ini berarti dari seluruh wilayah kerja PLN Poso itu, setengah itu harus kami padamkan, dan nanti bisa nyala, sampai subuh baru bisa nyala sebagian” ujar Ferry. Keterbatasan kemampuan mesin pembangkit listrik itu juga memaksa pihak PLN di Poso untuk tidak lagi melayani permintaan sambungan baru oleh masyarakat.

 

Sementara itu Kalangan LSM di Poso Sulawesi  Tengah mencemaskan dampak dari pemadaman aliran listrik yang mulai memunculkan rasa fustasi masyarakat. Frustasi masyarakat Poso itu menurut Taufik Umar, seorang aktivitis dari Lembaga Bantuan Hukum Poso dapat dilihat dengan adanya aksi membunyikan tiang listrik di daerah-daerah yang mengalami pemadaman khususnya dimalam hari. Walaupun dapat dipahami sebagai bentuk penyaluran ekspresi kekecawaan tapi disisi lain hal itu memiliki dampak negatif terhadap psikologis anak-anak dan orang lanjut usia yang memiliki kenangan buruk dengan bunyi tiang listrik sebagai pertanda bahaya pada masa konflik yang pernah terjadi di Poso.

“ketika mati lampu, tiang listrik dipukul oleh warga, maka yang muncul adalah trauma terhadap masa lalu, maka yang rentan itu adalah, orang tua, ibu-ibu dan anak-anak” Kondisi krisis energi listrik di Poso dalam pandangan Taufik Umar harus segara dicarikan jalan keluarnya demi stabilitas kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat. Sehingga sudah sewajarnya masalah krisis energi listrik di Poso harus mendapat perhatian tidak saja dari pemerintah daerah tapi juga pemerintah pusat di Jakarta.

Di tempat terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Poso Djani  Mamuaya mengatakan upaya serius sudah mulai dilakukan untuk mengkoordinasikan berbagai pihak terutama PLN dan Pemerintah Daerah setempat untuk segera mencari solusi dari krisis energi listrik yang kini sudah mempengaruhi aktivitas ekonomi warga Poso.  “Tapi inilah, karena berdampak terhadap masyarakat, jadi situasi ini untuk Kabupaten Poso, dan ini juga terjadi di Kabupaten lain, ini sudah sangat sangat emergency sifatnya” Kata Djani Mamuaya

Salah satu solusi yang kini sedang dipertimbangkan adalah dengan menyewa mesin pembangkit listrik untuk mengatasi defisit energi listrik sambil menunggu beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Air atau PLTA Poso pada bulan September tahun 2010 mendatang. PLTA Poso yang sedang di bangun di Wilayah Kecamatan Pamona Utara Kabupaten Poso itu direncanakan akan menghasilkan energi listrik sebesar 195 megawatt akan menjawab kebutuhan listrik di Provinsi Provinsi Sulawesi Tengah dan Provinsi Sulawesi Selatan.

Sumber : Media Poso

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook