Alpen Steel | Renewable Energy

~ PT. PLN Akan Membangun Pembangkit Listrik Yang Bersumber Dari Sungai Urumuka Timika

Freeport Bersedia Beli Listrik PLN Jakarta: PT Freeport Indonesia bersedia membeli listrik dari PT PLN (Persero) selama ada kepastian tentang keberlangsungan pasokan.

"Kalau tidak ada keberlangsungan pasokan, kami bisa rugi," kata Direktur Utama Freeport Indonesia Armando Mahler seusai rapat dengar pendapat dengan Komisi Energi dan Lingkungan Dewan Perwakilan Rakyat kemarin.

Namun, kata Mahler, Freeport tidak berminat bekerja sama dengan PLN untuk membangun pembangkit listrik tenaga air di Timika. "Itu urusan mereka," ujarnya. Ia beralasan, bisnis perusahaan tambang asal Amerika Serikat ini bukan di sektor penyediaan listrik.

PLN, kata Mahler, juga tidak pernah membicarakan masalah pembangunan pembangkit tersebut dengan Freeport.

Freeport saat ini memiliki tiga pembangkit listrik tenaga uap di lokasi tambangnya dengan kapasitas masing-masing 65 megawatt. Selain tiga pembangkit, Freeport memiliki tambahan pembangkit bertenaga diesel untuk membantu pengoperasian tambang.

Armando memperkirakan, kebutuhan Freeport akan listrik akan bertambah dua kali lipat dari pasokan yang ada sekarang untuk tahun berikutnya. Karena itu, pasokan listrik dari PLN akan sangat membantu operasionalisasi perusahaan.

Direktur Utama PLN Dahlan Iskan sebelumnya mengatakan akan membangun pembangkit listrik berskala 330 megawatt yang bersumber dari Sungai Urumuka, sekitar 125 kilometer dari Timika. Dana pembangunannya mencapai Rp 6 triliun.

PLN akan membangun pembangkit tersebut secara bertahap karena potensi listrik dari aliran Sungai Urumuka mencapai 2.000 megawatt. Ia berharap Freeport bersedia bergabung dalam proyek pembangkit itu. "Kami berharap Freeport berkomitmen sebagai off-taker (pembeli) listrik yang dihasilkan."

Dahlan menyambut kesediaan Freeport membeli listrik dari PLN. "Saya berterima kasih sekali dengan Freeport, yang mendukung proyek itu," ujarnya kepada Tempo kemarin.

Ia bisa memahami alasan Freeport tidak mau bergabung dalam pembangun-an proyek listrik tenaga air tersebut. "Memang (listrik) bukan bisnis inti mereka," katanya.

Ia optimistis tahun depan pembangunan pembangkit sudah bisa dilaksanakan. "Paling cepat empat tahun selesai membangunnya," tutur Dahlan. Menurut dia, PLN telah menyelesaikan studi kapasitas pembangkit listrik bertenaga air itu dan akan melanjutkan dengan studi desain.

Dahlan sebelumnya mengatakan, jika Freeport bersedia menutup pembangkitnya yang lama, akan ada efek yang baik bagi kegiatan ekonomi di Timika. Ia memperkirakan sisa pasokan listrik dari pembangkit 330 megawatt bisa dipakai untuk kebutuhan masyarakat Timika dan pabrik smelter (pengolahan bahan mentah tambang) asing.

PLN kemarin bertemu dengan delegasi perdagangan Amerika Serikat (AS). Dalam pembicaraan, pemerintah AS meminta Indonesia menerapkan konsep energi ramah Lingkungan. Air, Dahlan melanjutkan, adalah energi ramah lingkungan. Sedangkan Freeport masih menggunakan pembangkit listrik yang tidak ramah lingkungan, yaitu batu bara, dengan kapasitas 3 x.65 megawatt. (SORTA TOBING)

Sumber : Koran Tempo


Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook