Alpen Steel | Renewable Energy

~ PLN Pertahankan Mesin Tua Timbul Krisis

Krisis Listrik Karena PLN Pertahankan Mesin Tua

Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo menilai, PLN selama ini selalu mempertahankan mesin-mesin tua sehingga lebih banyak padam dari pada hidup.
Mesin-mesin tua tersebut membutuhkan biaya besar untuk perawatannya dan menggunakan bahan bakar minyak solar. Ke depan sebaiknya pemerintah bertekad membangun pembangkit listrik melalui pusat listrik tenaga air atau menggunakan bahan bakar batu bara.

Medan - WASPADA Online

Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo menilai, PLN selama ini selalu mempertahankan mesin-mesin tua sehingga lebih banyak padam dari pada hidup.
Mesin-mesin tua tersebut membutuhkan biaya besar untuk perawatannya dan menggunakan bahan bakar minyak solar. Ke depan sebaiknya pemerintah bertekad membangun pembangkit listrik melalui pusat listrik tenaga air atau menggunakan bahan bakar batu bara.

Saya pikir pemerintah sudah memikirkan penyediaan listrik ke arah tersebut, kata Hadi Utomo menjawab pertanyaan wartawan di Vip room Bandara Polonia Medan saat transit dari Banda Aceh menjelang bertolak ke Jakarta, Senin (9/7) siang.

Kata dia, pemerintah sedang mengusahakan pembangunan listrik Asahan I dan Asahan II yang menggunakan tenaga air. Selama ini PLN hanya menggunakan power plan bahan bakar solar, saya menilai berat sekali beban yang mereka pikul.

"Saya kira masalah pemadaman listik tidak hanya di Sumatera Utara, daerah lain seperti di Palembang juga terjadi hal demikian, walaupun seharusnya kebutuhan hajat hidup orang banyak tidak perlu terjadi berlama-lama," ujarnya.

Begitupun agar masalah itu tidak berlarut-larut yang merugikan masyarakat dan kalangan dunia usaha, dia akan membicakan hal itu dengan Direktur Utama (Dirut) PLN untuk mengatasi apa yang dihadapi masyarakat Sumatera Utara dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Sehari sebelumnya, Ketua DPRRI Agung Laksono memberi waktu 1 bulan kepada jajaran PLN untuk mengatasi krisis yang dinilainya sangat membebankan masyarakat Sumatera Utara.
Saya kira satu bulan waktu panjang agar pejabat PLN di Sumatera Utara dapat mengatasi apa yang dikatakan masyarakat di Sumut dan Medan pada umumnya, krisis PLN berkepanjangan.

Saya sudah mendengar banyak investor yang lari ke daerah lain bahkan ke luar negeri akibat krisis enerji listrik di Sumatera Utara. Kenapa, kata Agung, krisis yang berkepanjangan ini bisa berdampak buruk bagi kalangan industri, setidaknya mereka akan menambah beban biaya produksi.

"Kalau investor sudah hengkang, industri banyak yang tutup dampak bagi masyarakat cukup besar bahkan bisa pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan," kata dia.

Tak punya malu

Pimpinan PLN Wilayah Sumbagut dianggap gagal dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para pelanggan dan diminta kepada pimpinan PLN Pusat untuk segera mencopot pimpinan PLN Wilayah Sumbagut dari jabatannya karena pemadaman listrik di Sumatera Utara sudah sangat keterlaluan dan sangat diskriminatif.

Demikian dikatakan anggota DPRRI Ir. Yusuf Pardamean Nasution kepada wartawan Minggu (8/7) di Medan. Menurutnya, perlu disadari sesuai dengan UUD 1945 Pasal 33 ayat I, yakni segala sesuatu yang menyangkut kemakmuran rakyat, oleh sebab itu PLN merupakan aset negara yang menguasai hajat hidup orang banyak, seharusnya memberikan kemakmuran bagi rakyat bukan malam menghancurkan kehidupan rakyat.

Kehancuran kehidupan perekonomian di Sumut akibat pemadaman listrik sudah cukup banyak, yakni akibat pemadaman listrik masyarakat menggunakan genset, akibat dari menghirup asap genset menyebabkan keracunan dan menimbulkan korban jiwa, timbulnya kebakaran yang menyebabkan rumah warga menjadi abu dan membuat kerugian miliaran rupiah, selain itu UKM tidak dapat menjalankan kegiatannya.

Di samping itu lanjut Yusuf, tindakan PLN Wilayah Sumbagut juga dianggap diskriminatif ketika khutbah Jumat listrik padam, sehingga menghambat proses jalannya ibadah Jumat, karena tidak semua masjid yang ada di Sumbagut mempunyai genset, akan tetapi malam Minggu dan hari Minggu, listrik dapat menyala. "Ini kan menjadi tanda tanya," katanya.

Digambarkannya, kalau kejadian ini terjadi di Jepang, maka sang Pimpinan PLN itu sudah bunuh diri karena malu, sebab dianggap tidak mampu dalam memimpin PLN di wilayahnya dan memberikan pelayanan terbaik, akan tetapi di sini pimpinan PLN tidak punya malu. (m32/m39)

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook