~ PLTMH Dibangun Di Simalungun

Simalungun Bangun PLTMH 10 MW

Simalungun berencana membangun pembangkit listrik tenaga mikro hydro berkapasitas 10 mega watts dengan menggunakan aliran Sungai Silau di Kecamatan Hatonduhan. Pembangunan pembangkit ini dikerjakan oleh perusahaan swasta dan diperkirakan mulai bisa beroperasi tahun 2010.

Kepala Dinas Pertambangan Kabupaten Simalungun Edward Purba di Simalungun, Kamis (19/6) mengungkapkan, perusahaan swasta yang membangun pembangkit listrik tenaga mikro hydro ini adalah PT Bersaudara dari Jakarta. Edward menuturkan, PT Bersaudara telah menandatangani perjanjian jual beli listrik atau power purchase agreement (PPA) dengan PLN bulan April lalu.

Harga jual listrik yang disepakati sekitar Rp 376 per Kwh (kilo watt per hour). "Kalau sesuai rencana, bulan Juni ini, PT Berdikari sudah mulai melakukan pembangunan konstruksi fisik untuk PLTMH," ujar Edward.

Menurut dia, pembangunan konstruksi fisik pembangkit membutuhkan waktu hingga satu tahun. Pada tahun kedua, pengembang sudah memulai pembangunan pembangkit dan pemasangan mesin turbin.

"Kami sih berharap bisa secepatnya pembangunan PLTMH ini selesai. Paling tidak meski hanya 10 mega watts, PLTMH ini bisa sedikit mengatasi persoalan krisis listrik di wilayah kami," kata Edward.

Arus Sungai Silau, kata Edward, memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai PLTMH. Saat ini ada tiga titik di sepanjang aliran Sungai Silau yang dimanfaatkan PT Bersaudara untuk dijadikan PLTMH.

"Kami sudah menghitung sedikitnya ada tujuh titik. PLTMH yang dibangun PT Bersaudara ini di Sungai Silau, yakni Sungai Silau 1 hingga 3," katanya.

Untuk PLTMH di Sungai Silau, Pemkab Simalungun, lanjut Edward, sudah meminta izin ke Menteri Kehutanan untuk meminjam pakai kawasan hutan lindung register 1 dan 18. "Karena ada sebagian kawasan hutan lindung tersebut yang terpakai karena proyek ini. Tetapi semua proses ini sudah kami lakukan," katanya.

Menurut Edward, selain Sungai Silau, ada juga sungai lain di Kabupaten Simalungun yang potensial arusnya dimanfaatkan untuk PLTMH. Dia mencontohkan Sungai Karai di Kecamatan Raya Kahean.

"Di Sungai Karai, kami sudah menghitung paling tidak arus sungainya bisa dimanfaatkan untuk pembangkit listrik berkapasitas 40 mega watts. Saat ini kami sedang mencari investor yang tertarik membangun PLTMH di Sungai Karai," katanya.

Upaya menarik investor untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga air dengan memanfaatkan sungai-sungai yang ada di Simalungun, kata Edward, juga merupakan keinginan Pemkab Simalungun membantu PLN. "Saat ini kan PLN di wilayah Sumut banyak menggunakan pembangkit berbahan bakar minyak. Tingginya harga minyak internasional membuat pembangkit milik PLN juga menanggung biaya operasi cukup besar. Kami di Simalungun mencoba membantu menawarkan alternatif pembangkit listrik non fosil. Paling tidak kan ini juga bisa menghemat penggunaan BBM," ujarnya.

Sumber : Kompas.com


Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum