Alpen Steel | Renewable Energy

~ Turbin Angin Di Nusa Penida

Warga Nusa Penida Ragukan Kelanjutan Proyek

DENPASAR, KOMPAS - Warga Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali mempertanyakan keberlanjutan sejumlah proyek energi terbarukan yang dibangun di Dusun Rata, Desa Klumpu, Bukit Mundi oleh Kementrian ESDM serta PLN Distribusi Bali. Energi terbarukan yang tengah dibangun adalah tujuh unit pembangkit listrik tenaga bayu (angin) dan satu unit pembangkit bertenaga surya.

Mereka khawatir jika proyek energi terbarukan tersebut hanya bersifat janji-janji atau gembar-gembor menjelang dan selama berlangsungnya Konferensi PBB mengenai Perubahan Iklim, 3-14 Desember, di kawasan Nusa Dua. Selanjutnya, proyek menjadi mangkrak setelah kegiatan konferensi berlalu.

“Terus terang kami mengkhawatirkan akan komitmen pemerintah soal keberlanjutan energi terbarukan ini. Kami merasa terbantu dengan adanya pembangunan pembangkit ini. Kalau perlu lebih banyak lagi dibangun di sini agar kehidupan kami juga semakin terangkat,” kata Kepala Desa Klumpu Gede Indria, ketika dihubungi di Nusa Penida, Senin (17/12).

Sebanyak tiga pembangkit listrik tenaga bayu yang dibangun PLN berkekuatan masing-masing 85 kilowatt (KW) dan empat unit lainnya berkekuatan 80 KW. Sementara pembangkit tenaga surya hanya memiliki daya 30 KW.

Hingga pekan lalu,  tujuh unit pembangkit tenaga bayu belum beroperasi. Lima unit di antaranya beru terpasang baling-baling. “Dalam waktu dekat, kami segera menyelesaikan seluruhnya dan langsung beroperasi,” janji Kepala Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan Direktorat Energi dan Sumber Daya Mineral Helmi Priko Nainggolan.

Sejumlah delegasi dari peserta Konferensi PBB sudah berdatangan ke Nusa Penida menyeberang sejauh 19 mil dari daratan dan melihat langsung kondisi pembangkit. Beberapa dari mereka kecewa dan sempat mengatakan kepada warga karena baru dua unit dari sembilan unit pembangkit tenaga angina yang beroperasi.

Helmi juga menjelaskan pihaknya tengah berencana membangun 250 unit SHS atau pembangkit listrik dengan daya 50 wattpeak untuk satu rumah pada 250 rumah bagi warga Nusa Penida. Pembangkit itu mampu menyalakan tiga buah lampu TL hemat energi dengan tenaga surya. Biayanya diperkirakan satu unit menghabiskan Rp 5 juta-Rp 6 juta dan diberikan bebas kepada warga dari Kementrian ESDM.

Kementrian ESDM tengah menunggu penyelesaian dua unit mesin penyaring air payau menjadi air tawar. Tujuannya, air yang sudah disaring tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Nusa Penida yang juga kesulitan mendapatkan air bersih. Selain itu, lanjut Helmi, mensin pengering rumput laut yang dioperasikan dengan tenaga surya.

Menurut Helmi, Kementrian ESDM mengupayakan untuk mewujudkan komitmen membangun energi terbarukan di Nusa Penida. Ini merupakan proyek keberlanjutan yang mewujudkan Nusa Penida sebagai Desa Wisata Energi. Pada tahun lalu telah dibangun dua unit pembangkit bertenaga angin (bayu) dengan daya total 80 KW. Sebelumnya, Nusa Penida telah berdiri satu pembangkit tenaga disel berkekuatan 2,7 megawatt
(MW).

Setelah adanya pembangkit bertenaga angin tersebut, biaya operasional PLN lebih hemat sekitar Rp 300 juta per hari. Penghematan ini karena tidak perlu menggunakan lagi solar sebanyak 6.300 liter per hari dari sektiar 150.000 liter.

Sementara ini, dua unit pembangkit listrik tenaga bayu yang sudah terpasang sejak dua tahun lalu telah memberikan keuntungan bersih kepada pengelola, yaitu Koperasi Surya Sejahtera, senilai sekitar Rp 20 juta untuk sekitar enam bulan. Ini merupakan hasil dari keuntungan pembelian listrik oleh PLN Distribusi Bali Rp 700 per kWh.

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook