Alpen Steel | Renewable Energy

~ Masyarakat di Belum Mendapatkan Pelayanan PLN

Listrik di Maluku Minim Medco Minati Pengembangan PLTG di Kalteng

Ambon, Kompas - Masyarakat di 340 dari 800 desa di Maluku hingga kini belum mendapat pelayanan PLN. Akibatnya, perekonomian di desa-desa terpencil itu sangat tertinggal. Rencananya akan diterapkan teknologi pembangkit listrik tenaga surya, bayu, dan mikrohidro sesuai dengan potensi masing-masing daerah.

Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu, Rabu (21/3), mengatakan, listrik di Maluku baru bisa dinikmati sekitar 30 persen penduduk. Itu pun terkonsentrasi di perkotaan. Karena itu, pengembangan teknologi pembangkit listrik berbiaya murah sangat dibutuhkan.

Ristianto Sugiyono, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Maluku, menambahkan, saat ini masih ada 340 desa dari 800 desa di Maluku yang belum memperoleh layanan listrik. "Karena itu, kami akan melihat apakah di daerah itu energi listrik bisa dikembangkan. Penyediaan listrik itu tentunya akan dikaitkan dengan pemberdayaan masyarakat sehingga kemiskinan dan masalah tenaga kerja teratasi," katanya.

Kemarin Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT) Saifullah Yusuf, seusai meresmikan pembangkit listrik tenaga bayu di Desa Latuhalat, Ambon, mengatakan, sebagian besar desa yang belum mendapat listrik sangat berharap mendapat pelayanan PLN. "Kami akan kembangkan pembangkit listrik berbahan bakar tergantikan supaya murah," katanya.

Dikaji lebih lanjut

Pembangkit listrik bertenaga bayu di Latuhalat dibangun oleh Scienmet Group dan Pemerintah Provinsi Maluku. Hal ini merupakan model pemenuhan energi listrik yang disinkronkan dengan pemberdayaan masyarakat. Energi listrik disediakan untuk kebutuhan konsumsi sekaligus produksi masyarakat.

Model itu, ujar Saifullah, akan dikaji lebih lanjut apakah bisa diterapkan di daerah lain. Pemanfaatan tenaga surya dan mikrohidro juga dikembangkan.

Untuk mempercepat pertumbuhan daerah tertinggal di Maluku, kata Saifullah, Kementerian PPDT mulai tahun 2007 menyediakan dana bagi lima kabupaten, seperti Maluku Tenggara dan Maluku Tenggara Barat. Masing- masing kabupaten memperoleh dana antara Rp 15 miliar dan Rp 20 miliar. Dana itu bisa digunakan oleh masyarakat untuk membangun jalan, sarana air bersih, dan pembangkit listrik.

Dari Palangkaraya dilaporkan, PT Medco Power Indonesia berniat menggandeng Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk membangun pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) berkapasitas 2 x 40 megawatt. Kalau hal itu terwujud, provinsi ini akan memiliki PLTG yang pertama pada tahun 2009. (ANG/CAS)

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook