~ Turbin Angin Terapung Pertama Di Dunia

Turbin Angin Terapung Lepas Pantai Norwegia Mulai Beroperasi


Turbin Angin Terapung Lepas Pantai Norwegia Mulai Beroperasi


Turbin angin yang dibuat oleh Statoil, sebuah perusahaan energi yang mempunyai pengalaman puluhan tahun dalam industri minyak dan gas, mulai beroperasi. Turbin angin pertama di dunia yang dibuat dalam skala penuh ini mengapung sejauh 10 kilometer dari pantai Norwegia. Mengapung? Benar, turbin tersebut dibuat untuk bisa mengapung di atas permukaan air laut dengan kedalaman dari 120 meter hingga 700 meter.

Turbin angin lepas pantai memang menjanjikan keuntungan lebih dibandingkan dengan turbin angin konvensional. Lokasinya yang jauh dari pantai dan pemukiman, tidak akan menimbulkan polusi suara dan pemandangan. Kecepatan angin yang didapat juga relatif konstan dibanding dengan turbin angin konvensional. Hanya saja, masalah kemungkinan terjadinya badai di laut yang bisa menimbulkan kerusakan, juga masih perlu diperhitungkan.

Namun demikian pengalaman puluhan tahun dalam eksplorasi minyak dan gas yang dimiliki Statoil menjadi dasar kuat untuk membangun turbin angin terapung tersebut. Hywind, demikian nama proyek tersebut, menggunakan desain struktur yang dibuat dengan teknologi yang sama dengan teknologi yang digunakan dalam pengeboran minyak dan gas lepas pantai.

Hywind ditopang struktur menara setinggi 65 meter yang terbuat dari tabung baja karbon. Rotornya mempunyai diameter sepanjang 80 meter. Keduanya membentuk struktur setinggi 100 meter di atas permukaan air. Berbeda dengan turbin angin lepas pantai lainnya yang keseluruhan strukturnya ditanam di dasar laut, Hywind menggunakan penyeimbang yang berada di bawah permukaan air dan membentuk fondasi panjang berbentuk silinder sepanjang 100 meter seberat 3.000 ton. Penyeimbang tersebut mengapung di dalam air dan diikat ke dasar laut.

Sjur Bratland, manager proyek Hywind, menambahkan bahwa riset untuk mendapatkan material yang kuat dan murah bagi stuktur masih terus dilakukan untuk menekan biaya produksi dan menurunkan harga listrik yang dihasilkan. Dia berharap Hywind yang saat ini hanya menghasilkan 2,3 MW kelak bisa menghasilkan 6 MW setiap turbinnya.

 

Sumber : Planet Hijau

Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum