Alpen Steel | Renewable Energy

~ Energi Listrik Dari Wind Tutbine Yang Ramah Lingkungan

Listrik Tenaga Kincir Angin Ramah Lingkungan

KETERSEDIAAN angin yang berlimpah di sekitar kita, bisa diubah menjadi energi listrik  yang ramah bagi lingkungan. Untuk menghasilkan energi listrik berkapasitas hingga 1.000 watt, diperlukan teknologi  yang cukup sederhana. Jika teknologi ini bisa dikembangkan, penyediaan energi listrik mandiri tak menutup dapat dilakukan. 

Adalah M Tasin (32) pemilik  usaha ’’Focus Computer’’ di Jl Pemuda Kendal,  telah mempraktikkan teknologi dengan memanfaatkan sumber daya alam tersebut. Langkah  awal yang dia lakukan dengan  membuat  kincir angin yang memiliki tiga unit baling-baling. Bagian as baling-baling itu, langsung  tersambung dengan dinamo ampere berkapasitas arus DC 24 volt.

Kinerja kincir angin horisontal ini akan semakin optimal jika dipasang di ketinggian minimal tujuh meter,  atau  dipasang pada lokasi yang bebas penghalang. Dengan demikian, embusan angin tidak akan terhalang serta langsung tertangkap baling-baling. ’’Kinerja kincir lebih maksimal, kalau dipasang di lokasi yang di sekitarnya tidak ada penghalang. Misal, sekitar pantai dan di pinggir sawah.’’

Apabila putaran baling-baling yang terembus angin ini bisa mencapai 3.000 rpm atau 3.000 kali putaran  per menitnya, maka tenaga DC yang dihasilkan mencapai penuh atau 24 volt. Namun, jika putaran  baling-baling sebesar 1.500 rpm, maka tenaga DC yang dihasilkannya hanya 12 volt.

’’Rangkaian kincir angin dan dinamo ampere berfungsi sebagai charge ke aki kering atau aki biasa. Untuk menghasilkan energi  listrik atau AC, arus DC dari aki tersebut selanjutnya disalurkan ke alat inverter.’’

Dia menuturkan, energi listrik yang keluar dari inventer ini dimanfaatkan untuk menyalakan lampu dan alat-alat rumah tangga lain, seperti kulkas, televisi, dan radio. ’’Untuk menghasilkan energi listrik sesuai daya yang dikehendaki, misalnya energi listrik 1.000 watt maka dibutuhkan tiga unit aki yang masing-masingnya berkekuatan 100 ampere, dan alat inverter 1.000 watt.’’

Tasin menambahkan, biaya yang dibutuhkan untuk membuat pembangkit listrik tenaga angin ini, relatif murah. Contoh, untuk pembangkit listrik tenaga angin berkekuatan 600 watt diperlukan dana sekitar Rp 2 juta.

Dana ini antara lain untuk merangkai kincir angin terdiri atas rangkaian baling-baling (terbuat dari pipa paralon uku ran 6 inch yang dibelah dan dibentuk sedemian rupa, dengan panjang satu meter), membeli dinamo ampere, aki, dan inverter. Semakin besar watt listrik, maka biaya yang dibutuhkan untuk  merangkai  alat  itu semakin besar. 

Tenaga Surya

’’Saya terinspirasi membuat pembangkit listrik tenaga angin, setelah melihat informasi pada internet. Setelah melakukan riset selama sebulan, untuk merealisasikan alat  tersebut, saya dibantu dua rekan. Yakni,  Slamet tukang dinamo di stasiun lama Kendal, dan Eko Yulianto sebagai inspirator. Kami optimistis, alat ini mampu dikembangkan, khususnya di Kendal yang daerahnya memiliki angin berlimpah. Setiap saat, kami siap untuk diajak berkonsultasi.’’

Selain pembangkit listrik tenaga angin, pihaknya juga menawarkan pembangkit listrik tenaga sinar matahari. Rangkaian peralatan yang dibutuhkan hampir sama. Bedanya, kalau listrik tenaga angin membutuhkan kincir angin, sedangkan listrik tenaga matahari memerlukan solar sell.

’’Solar sell tersedia di pasaran dengan beragam lebarnya sesuai dengan kebutuhan. Untuk produk solar sell kami ini  memiliki  lebar 45 cm dan panjang satu meter.’’

Energi dari solar sell selanjutnya disalurkan ke control panel yang berfungsi sebagai  pembagi energi dari solar sell ke accu. Tenaga DC yang masuk di accu, selanjutnya  disalurkan  ke inventer, dan dari alat ini keluarga tenaga listrik (AC).

’’Ketika cuaca panas dengan matahai bersinar penuh, arus DC yang disuplai solar sell bisa mencapai 22 volt, sedangkan jika kondisi mendung suplainya  hanya berkisar 12-17 volt.’’

Sejak dipakai baru, papar dia, solar sell memiliki masa pakai selama 35 tahun. ’’Untuk menghasilkan listrik tenaga surya yang menghasilkan listrik 900 waat, dengan menggunakan teknologi ini menelan besaran dana berkisar Rp 4 juta. Komponen yang harus mendapat penggantian berkala dari teknologi kincir angin dan  tenaga surya adalah accu.’’

(Setyo Sri Mardiko-16)  

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook