Alpen Steel | Renewable Energy

Turbin Angin Tekno200 Watt

Turbin Angin Tekno200 Watt

Selasa, 26 Mei 2009

© 2007 - Pikiran Rakyat Bandung

URBIN angin (kincir angin elektrikal) Tekno200 watt merupakan suatu sistem pembangkit listrik skala kecil yang dibuat dengan tujuan untuk mengaplikasikan suatu pengetahuan agar dapat membawa manfaat untuk masyarakat luas. Jika dilihat dari kapasitas listrik yang dihasilkan, turbin angin ini memproduksi listrik cukup kecil, sehingga sulit untuk menggantikan peran dari listrik PLN yang selama ini digunakan.

Yang harus diperhatikan dari turbin angin ini adalah prinsip kerja, serta kekurangan dan kelebihannya. Dengan demikian, akan sangat membantu bagi siapa pun yang hendak membuat sebuah turbin angin lain dengan kapasitas yang lebih besar, dengan adanya turbin angin ini dapat diperoleh gambaran yang cukup, sehingga dapat menekan risiko kegagalan serta dapat dilahirkan suatu turbin angin yang efektif dan efisien.

Lokasi pendirian turbin berada di sebuah lapangan di kawasan kampus Unpad Jatinangor. Berdasarkan penghitungan kecepatan angin secara kasar, diperoleh kecepatan angin rata-rata adalah sebesar 2,5 meter per detik (m/s). Namun jika turbin angin menggunakan menara atau tiang setinggi 10 meter, dengan menggunakan rumus (hukum pangkat), diprediksikan kecepatan angin rata-rata sebesar 5 m/s. Faktor kekasaran daerah ini terdiri dari gedung-gedung berlantai tiga namun letaknya cukup renggang dan tersebar, juga terdapat sedikit pepohonan.

Turbin angin 200 watt dibuat dengan bahan-bahan yang mudah didapatkan di pasaran. Dengan harapan, dapat dibuat oleh siapa saja dengan mudah. Proses pembuatan dimulai dari baling-baling (rotor turbin). Kendala biaya merupakan suatu problematika klasik dalam melakukan suatu pekerjaan. Dengan alasan itulah komponen ini dibuat dengan menggunakan bahan dari pipa PVC yang dipotong sesuai dengan ukuran dari hasil penghitungan.

Penggunaan pipa PVC ini juga marak dilakukan oleh pembuat turbin angin skala rumah tangga di Amerika Serikat. Alasannya, irisan pipa PVC cukup mirip dengan salah satu dari sekian banyak bentuk sudu (baling-baling), yaitu jenis NACA 2410. Dilihat dari bahan yang digunakan pun tidak berbeda terlalu jauh, yaitu jenis plastik olahan. Jumlah sudu dari baling-baling berjumlah enam buah dengan diameter 1,6 meter.

Berlanjut ke bagian komponen selanjutnya, yaitu generator untuk membangkitkan listrik. Generator ini terhubung dengan sebuah poros dari baling-baling setelah melewati dua buah roda gigi dengan perbandingan 1:3 sebagai sistem transmisi untuk meningkatkan putaran poros, sehingga putaran poros generator, kecepatanya tiga kali lebih besar dari kecepatan pada poros baling-baling. Generator yang digunakan merupakan sebuah motor listrik DC .

Generator adalah alat yang digunakan untuk mengubah energi gerak menjadi energi listrik. Sedangkan motor adalah alat yang digunakan untuk mengubah energi listrik menjadi energi gerak. Kedua alat ini memiliki prinsip kerja dan komponen-komponen yang sama sehingga motor bisa digunakan sebagai generator maupun sebaliknya, namun akan menghasilkan kinerja berbeda yang cukup signifikan. Oleh karena itu spesifikasi teknis dari generator ini cukup sulit diketahui secara tepat.

Arus listrik yang dihasilkan oleh generator disimpan dalam sebuah baterai 6 volt, dengan maksud agar listrik yang dihasilkan bisa digunakan kapan saja, termasuk pada saat angin tidak bertiup. Baterai juga digunakan agar listrik yang dihasilkan besarnya stabil. Apabila tidak menggunakan baterai, besarnya listrik yang dihasilkan sangat fluktuatif sesuai sengan besarnya angin saat itu.

Komponen lain yang cukup penting adalah bagian ekor turbin angin yang berfungsi megarahkan turbin pada sumber angin. Bila turbin tidak menghadap pada sumber angin maka baling-baling tidak dapat menangkap angin dan listrik pun tidak akan dihasilkan. Ekor turbin pada turbin angin Tekno200 watt terbuat dari bahan aluminium agar bobotnya ringan namun tetap kuat terhadap tempaan cuaca.

Hasil pengujian langsung di lapangan, turbin ini akan menghasilkan tegangan listrik jika diberi angin dengan kecepatan 3 m/s. Namun, arus listrik akan terbentuk pada kecapatan angin 6 m/s. Pada saat kecepatan angin tersebut baterai akan mulai terisi.

Turbin angin ini juga masih menyisakan banyak kelemahan agar bisa lebih efektif dan efisien, dan kelemahan yang utama adalah penggunaan motor yang difungsikan sebagai generator, hal ini menyebabkan produksi arus listrik akan tercapai pada kecepatan angin cukup tinggi yaitu 6 m/s, padahal generator yang baik untuk turbin angin adalah generator yang mampu menghasilkan arus listrik pada kecepatan angin serendah mungkin. Generator seperti itu memang agak sulit ditemukan di pasaran pada saat ini. (Andri Herdiana K., mahasiwa semester akhir Fakultas Teknologi Industri Pertanian Unpad).***

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook