Alpen Steel | Renewable Energy

~ Metode Dan Penerapan Pengukuran Energi Angin

Review: Metode dan Aplikasi Pengukuran Energi Angin di Daerah Pesisir

Energi angin merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang ada dan masih sedikit pemanfaatannya. Pemanfaatan energi angin sebagai sumber energi terbarukan adalah suatu usaha menjawab masalah atas terjadinya perubahan lingkungan dan alam juga salah satu usaha konservasi dari sumber energi konvensional.

Pengukuran angin selalu melibatkan (menggunakan) suatu metode-metode pendekatan, salah satunya dengan menggunakan distribusi Weibull dan Rayleigh. Melalui metode ini dapat diketahui karakteristik angin suatu wilayah serta perancangan turbin angin yang sesuai dengan kondisi tersebut. Hasil review menyebutkan bahwa di beberapa negara dengan wilayah pesisir yang cukup luas (Yunani, Kerajaan Saudi Arabia, Turki, Taiwan dan Afrika Selatan) mampu dikembangkannya suatu pemanfaatan energi angin. Pemanfaatan angin yang sudah ada adalah sebagai sumber energi listrik (grid connection dan grid non-connection) serta energi mekanik (windpump).

Kata kunci : review, energi angin, distribusi Weibull dan Rayleigh, energi listrik, energi mekanik

Bandar Lampung.

1. Pendahuluan

Energi angin merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang ada dan masih sedikit pemanfaatannya. Pertumbuhan pemanfaatan energi angin cukup pesat sejak tahun 1990 dan cukup mendapat perhatian dunia atas pemanfaatannya terhadap teknologi yang digunakan dan memerlukan biaya yang cukup kompetitif dari pada sumber energi konvensional lainnya.

Pemanfaatan energi angin sebagai sumber energi terbarukan adalah suatu usaha menjawab suatu masalah atas terjadinya perubahan lingkungan dan alam juga salah satu usaha konservasi dari sumber energi konvensional.Sebagai contoh, berdasarkan laporan AWEA di Amerika untuk pembangkit daya angin 750 kW dengan kecepatan angin 5.76 m/s dengan ketinggian 10 m yang beroperasi selama setahun mampu mengurangi emisi gas-gas berbahaya, antara lain 1179 ton CO2; 6,9 ton SO2 dan 4,3 ton NO2 atas penggunaan BBM [1].

2. Konsep Dasar

Pengukuran Angin
Pengukuran angin di daerah pesisir harus memperhatikan aspek-aspek penting, antara lain [1]:
•ketinggian minimum uji (min 8 m).
•range kecepatan angin uji berkisar 0 – 25 m/s, kecepatan angin di atas 25 m/s akan terjadi badai.
•selain itu pula, digunakan parameter Weibull untuk mengestimasikan energi angin (distribusi dan densitas daya angin) dan menetukan karakteristik turbin angin yang sesuai. Parameter Rayleigh juga digunakan untuk analisa distribusi kecepatan angin.

3.Contoh Aplikasi Pengukuran Angin di Daerah Pesisir

a.North Aegean, Greece [6]
Pengukuran dilakukan selama 60 menit dan diukur pada ketinggian 10 m dan dalam tempo 2 tahun (2000 – 2001). Lokasi pengukuran di ‘‘Macedonia’’ in Mikra, Thessaloniki, yaitu daerah pantai timur di Teluk Thermaic, Utara Yunani. Daerah ini memiliki daratan yang cukup datar dengan altitude hampir nol tanpa vegetasi alami.

b. Kingdom of Saudi Arabia [1]
Pengukuran dilakukan di 5 daerah pesisir, dimana terdapat data meterologi. pengukuran dilakukan di ketinggian 10 m, kecuali di Gizan (8 m). Pengumpulan data dilakukan sejak 1970 hingga 1983.

 4.Diskusi dan Analisa

Ada beberapa cara (metode) yang digunakan dalam pendekatan perhitungan energi angin di suatu wilayah. Akan tetapi, metode sebaran Weibull dan Rayleigh yang paling familiar dan mudah untuk memprediksikan kondisi angin di suatu wilayah. Bahkan beberapa peneliti lebih menganjurkan untuk menggunakan metode Weibull. Dengan dua metode tersebut dapat diketahui/diprediksikan pola dan probabilitas daya angin untuk diaplikasikan sebagai pembangkit daya (windpower, windmill, dan windpump).

Pengukuran angin harus mempertimbangkan banyak aspek penting, antara lain kondisi landscape, waktu, durasi, nilai kembar selama waktu tertentu dan berturut-turut dsb. Hal ini perlu diperhatinkan karena pada kondisi areal tertentu (berbukit) menyebabkan angin bergolak (turbulensi) sehingga untuk menghindari pergolakan angin yang terjadi pengukuran harus dalam kondisi bebas dan tanpa gangguan, yaitu dengan menambah ketinggian pengujian (misal, 4 m dari titik ketinggian acuan). Pada daerah pesisir, pengukuran angin dilakukan di siang hari,

karena pada kondisi ini angin bertiup kencang ke arah darat (angin darat). Durasi pengujian yang lama dapat meminimalisir penyimpangan (eror) yang terjadi. Nilai kembar yang terjadi selama beberapa waktu tertentu (misal 3 jam) ditiadakan karena penelitian dilakukan untuk mengetahui fluktuasi (beban) angin yang terjadi, yang memungkinkan terjadinya kegagalan instalasi windturbin. Arah angin juga perlu diperhitungkan. Hal ini untuk melihat perilaku angin dari waktu ke waktu sehingga tentu akan sangat berguna jika menggunakan / memanfaatkan windturbin dengan arah tetap (without tail).

Hasil review diatas memperlihatkan bahwa kondisi angin aplikasi tidaklah terlalu besar, bahkan di beberapa tempat memperlihatkan kisaran nilai sekitar 1,6 m/s. Meskipun demikian, pemanfaatan energi angin sebagai sumber energi tidaklah terganggu. Di Yunani dan Afrika Selatan, pemanfaatan energi angin baru sebatas electrocharging (windpower with batteray charging) dan mekanik (windpump dan windmill).

5.Kesimpulan

Metode pendekatan Weibull dan Rayleigh sesuai jika digunakan untuk memprediksikan daya angin yang terkandung di suatu wilayah serta dapat juga digunakan untuk memprediksikan windturbin yang sesuai.

Aspek penting yang harus diperhatikan pada pengukuran angin antara lain: landscape suatu wilayah, lokasi pengujian, waktu pengujian, durasi pengujian, kondisi nilai yang didapat (misal, nilai kembar secara berturut-turut selama 3 jam), serta arah angin.

Hasil review diatas memperlihatkan bahwa kondisi angin aplikasi tidaklah terlalu besar, bahkan di beberapa tempat memperlihatkan kisaran nilai sekitar 1,6 m/s. Meskipun demikian, pemanfaatan energi angin sebagai sumber energi tidaklah terganggu. Di Yunani dan Afrika Selatan, pemanfaatan energi angin baru sebatas electrocharging (windpower with batteray charging) dan mekanik (windpump dan windmill).

Ditulis oleh: Nanang Okta Viyanto, S.T    

 

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook