Alpen Steel | Renewable Energy

Teknologi 04 April 2008 Menggiring Angin, Mencipta Listrik

Teknologi

Sepintas memang terdengar konyol: membendung angin untuk menciptakan energi listrik. Tetapi itulah yang tengah dilakukan insinyur Inggris Laurie Chetwood bersama firma yang didirikan sendiri, Chetwood Associaties.

Sebuah layar berbahan kevlar yang biasa digunakan pada kapal pesiar dibentangkan di atas danau Ladoga Rusia. Layar seluas 1.500 meter persegi itu dibentuk menjadi corong. Di tengahnya dipasang tiga buah turbin. Secara teoretis, angin yang tertangkap layar akan bergerak ke pusat layar kemudian memutar turbin. Terciptalah energi listrik.

Konsep ini serupa bendungan dan pipa pelesat pada pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Bedanya, kali ini yang dibendung angin. Berdasar simulasi dengan komputer, satu layar akan menghasilkan energi listrik 120 juta watt per tahun. Cukup untuk setidaknya 35 rumah dengan tingkat konsumsi listrik moderat.

 Laporan dari majalah Popular Science (Maret 2008), Chetwood yakin proyeknya itu akan membawa era baru dalam hal pemanfaatan tenaga angin. Selama ini turbin angin sudah digunakan untuk menciptakan listrik, namun dianggap kurang efisien.

’’Salah satu keluhan terbanyak dari turbin angin adalah anggapan telah menodai keindahan kota. Deretan turbin di angkasa jelas bukan pemandangan indah. Apalagi bila daerah merupakan kawasan padat, penuh bangunan bertingkat, atau merupakan jalur pesawat,’’ ujar Chetwood.

Problem lain adalah rendahnya efisiensi. Terlampau banyak angin yang terbuang sia-sia. Lewat begitu saja di sekitar turbin. Chettwod yakin, bendungan angin merupakan sebuah ide brilian.

Bagaimana cara kerjanya? Dua penopang aluminium digunakan untuk 1.500 meter persegi layar kevlar. Ini dijangkarkan pada lembah dekat danau Ladoga. Dengan bentuk kerucut, layar akan mengarahkan angin menuju pusat corong yang berada di tengah-tengah.

Selanjutnya angin memutar bilah turbin dan memutar magnet dalam generator. Seperti halnya turbin pada pembangkit listrik lainnya, perubahan medan magnet dalam kumparan akan menimbulkan induksi elektromagnetik sehingga tercipta arus listrik.

Kritik Tajam

Proyek Chetwood menuai banyak kritik dari beberapa ilmuwan. Stephen Conors, ahli energi angin dari Massachusetts Institute of Technology Energy Initiative menilai bendungan ini akan segera terhempas akibat hantaman angin dari berbagai arah. 

’’Bendungan ini dibuat dengan asumsi, angin selalu datang dari arah yang sama. Kenyataannya, arah angin selalu berubah karena berbagai faktor. Jika angin datang dari samping, layar akan segera terhempas,” ujarnya.
Dia juga mengatakan, hantaman angin ke layar akan menciptakan turbulence. Akibatnya angin tak bisa memusat ke tengah. Bila demikian, angin telah kehilangan kecepatan secara signifikan  sehingga tidak maksimal menggerakkan turbin.

Chetwood membatnah kritik tersebut. ”Layar yang berbentuk kerucut akan meniadakan turbulence,”  ujarnya yakin.
Adapun soal arah angin, dia membangun bendungan itu di antara dua tebing tinggi. Di area itu, angin cenderung bergerak dari satu arah.

Kritik lain muncul. Hewan-hewan seperti burung mungkin akan menimbulkan masalah. Mereka menabrak layar kemudian tersedot ke dalam turbin. Penggunaan layar kevlar juga dikritik. Kebanyakan kapal yang menggunakan layar jenis itu sering mengalami kesulitan membersihkannya. Kotoran yang terbawa angin akan menempel dan terus terakumulasi sehingga memperberat layar.

 Meski layar kevlar kuat dan lentur, tetapi rentan sinar ultraviolet. Panggangan sinar matahari akan membuat layar cepat rapuh dan rusak. Ada layar lain yang  lebih baik, yakni vectran, tetapi jauh lebih mahal.

 Berbagai kritik itu membuat sponsor yang tadinya berniat mengucurkan dana, beringsut mundur. Chetwood terpaksa merogoh uang 5 juta dolar AS (sekitar Rp 47,5 miliar) dari koceknya sendiri untuk mendanai proyek yang rencananya selesai awal tahun 2009  itu.

 Akankah proyek itu akan berhasil? Teknologi baru seringkali bermula dari ide yang dianggap konyol. Bagaimanapun, ”keikhlasan” Chetwood mengucurkan dana untuk proyek bendungan ini patut diapresiasi. Mungkin saja belum berhasil, namun pasti memberi suatu tahapan baru dari penciptaan teknologi yang lebih maju. 

Suber (Panji Satrio-80) 

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook