Alpen Steel | Renewable Energy

~ PLT Kincir Angin Dibangun di Nusa Penida

PLT Bayu Nusa Penida

Seiring berkembangnya wacana global warming, Perusahaan Listrik Negara (PLN) Bali telah melakukan pengembangan potensi sumber energi ramah lingkungan diantaranya Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLT Bayu) di Puncak Mundi, Dusun Gunung Rata, Desa Klumpu, Nusa Penida, Klungkung.

Dua kincir angin PLT Bayu dibangun pada 2005 dan 2006 lalu dengan anggaran PLN. Memasuki 2007 sampai sekarang dikerjakan tambahan tujuh (7) unit lagi sehingga totalnya menjadi sembilan (9) PLT Bayu, enam diantaranya dengan dana APBN melalui Departemen ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), kata Humas PT PLN Wilayah Bali Nusra, Wayan Redika, kemarin. Menuruatnya, ESDM juga mengaktifkan kembali PLT Surya yang sempat mangkrak dan akan menyumbang energi sebesar 30KW.

Untuk PLT Bayu, tiga (3) unit masing-masing mampu menghasilkan 85 KW, dan enam (6) lainnya sampai 80 KW. PLT Bayu yang per unitnya menelan dana pembangunan Rp 3,5 milyar tersebut bisa bertahan sampai 50 tahun. Selain lebih ramah lingkungan, untuk pengoperasiannya lebih murah ketimbang mempergunakan diesel dan atau bahan bakar lainnya.

Pengoperasiannya sendiri mempergunakan angin dengan kecepatan minimal 6 meter/detik. Sampai sekarang, lanjut Redika, telah dihasilkan 16 juta KWH sejak beroperasi 2005 lalu dan ada perkiraan penghematan dana sampai Rp 200 juta.

Pengelolaan enam PLT Bayu dari dana Departemen ESDM akan diserahkan kepada masyarakat setempat, melalui Koperasi Serba Usaha (KSU) Surya Sejahtera, Desa Klumpu. Sedangkan tiga lainnya yang dibangun dengan dana PLN, lanjut Redika, ke depan akan dikelola sendiri oleh perusahaan tersebut. Ia menambahkan, ”Sementara ini, dua PLTBayu milik PLN dikelola oleh KSU Surya Sejahtera.”

Berdasar perjanjian yang disepakati sejak April 2007, setiap KWH yang dihasilkan dari PLT Bayu, PLN membeli dari KSU tersebut sebesar Rp 700. Menurut Made Suryana, Ketua sekaligus Manager KSU Surya Sejahtera yang dihubungi via telepon, pihaknya dikenai kewajiban memasok energi sampai 140.000 KW/tahun.

Besarnya energi yang dihasilkan PLTBayu, kata Suryana, tergantung pada kecepatan angin. Musim angin besar, menurutnya terjadi rentang waktu Juni sampai Agustus yang kecepatannya sampai 20 meter/detik. Sementara Oktober – Desember kecepatan angin akan melemah, dan akan meningkat lagi memasuki Bulan Januari.

”Sejak dilakukannya kontrak perjanjian jual beli dengan PLN, memang nilai penjualannya masih sedikit. Tapi ke depan kami optimis bisa terus meningkat,” kata Made Suryana.

Dengan pasokan energi dari PLT Bayu, lanjut Redika, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan listrik untuk tiga wilayah yaitu Nusa Penida-Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan yang saat sekarang mencapai 2,7 mega watt (MW). Angka tersebut diprediksi terus meningkat, mengingat semakin berkembangnya akomodasi pariwisata di ketiga pulau. Pasokan sementara masih dipenuhi PLTD (Diesel) yang berlokasi di Kuntampi berkapasitas 5 MW.

Sejak 2005 lalu, PLN telah memasang interkoneksi di ketiga pulau tersebut sehingga menjadi satu sistem kelistrikan. Panjangnya mencapai 1,3 km, yang menurut Redika merupakan interkoneksi terpanjang di Indonesia.

Ke depan, PLN merencanakan pembangunan PLT Bayu di Sraya, Karangasem. Pun telah dipersiapkan migrasi sejumlah PLTD dari bahan baku solar ke minyak jarak. Terkait hal ini, PLN Wilayah Bali bekerjasama dengan akademisi dan masyarkaat dalam mengembangkan 20.000 pohon jarak di kawasan Nusa Penida. Ini meliputi pembibitan hingga pengolahan paskapanennya. Menurutnya PLN berharap, ”Dengan pembangunan PLTBayu dan lainnya bisa menghemat biaya bahan bakar serta turut melestarikan lingkungan. Sekaligus mendorong kemandirian pasokan energi dengan memanfaatkan potensi yang ada di setiap daerah. Dengan demikian mengurangi ketergantungan pasokan listrik dari Jawa.”

Pada kondisi normal, beban puncak konsumsi listrik di Bali mencapai 439 MW dengan jumlah pelanggan sampai 720.000. Kebutuhan sebesar itu, 70 persennya terserap oleh bisnis perhotelan utamanya di kawasan Denpasar dan Badung. Sementara total pasokan listrik di Bali saat sekarang mencapai 570 MW sehingga masih ada saving energi yang lumayan besar.

Posted by Wasti | Under 

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook