Alpen Steel | Renewable Energy

~ Jerman Dan AS Interest Bangun PLTB

Jerman-AS Minat Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Angin

 Investasi Capai 2.000 Dolar Per Kwh
Jerman-AS Minat Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Departemen ESDM, J.Purwono, mengungkapkan pengusaha swasta dari Jerman dan Amerika Serikat (AS) telah menyatakan minatnya untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu atau angin di Indonesia (PLTB).
Di sela-sela rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, di Jakarta, Senin (17/9), Purwono menjelaskan saat ini pengusaha swasta tersebut sedang melakukan kajian daerah mana yang cocok dan pengusaha lokal mana yang akan digandeng.

Sebenarnya dulu sudah banyak yang tertarik tapi terbentur krisis, lalu mulai ada lagi seperti tahun ini dari Jerman dan Amerika, ujarnya.
Daerah di Indonesia yang berpotensi untuk dibangun PLTB adalah Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Maluku. Anginnya di sana sangat keras, jadi bagus untuk PLTB, jelasnya.

Purwono menambahkan untuk membangun PLTB diperlukan investasi sekitar 1.500 dolar AS sampai 2.000 dolar AS per kwh. Diharapkan PLTB yang akan dibangun pengusaha swasta itu bisa terlaksana 2008, karena pembangunan hanya memakan waktu tiga bulan.
Subsidi BBM 2008 turun
Sementara itu, kesimpulan rapat kerja Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dengan Komisi VII DPR RI, menyepakati penurunan anggaran subsidi untuk BBM tahun 2008.

Subsidi BBM turun sekitar Rp1 triliun dari anggaran yang tercantum dalam nota keuangan 2008, yang semula Rp46,702 triliun menjadi Rp45,807 triliun. Penurunan ini disebabkan turunnya volume minyak tanah yang disubsidi karena adanya program konversi minyak tanah ke elpiji.
Penurunan ini dimungkinkan karena program konversi tahun depan diharapkan bisa berjalan lebih baik dari tahun ini sehingga minyak tanah yang disubsidi volumenya berkurang, kata Dirjen Migas Luluk Sumiarso.

Berdasarkan data dari Departemen ESDM, volume minyak tanah bersubsidi dengan program konversi di tahun depan akan berkurang dari 8,6 juta kiloliter menjadi 7,8 juta kiloliter. Sehingga subsidi minyak tanah turun dari Rp26,434 triliun menjadi Rp24,197 triliun.
Sementara untuk volume premium bersubsidi tetap sebesar 16,95 juta kiloliter dengan subsidi Rp7,868 triliun, solar volume tetap 11 juta kiloliter dengan subsidi Rp10,02 triliun.

Untuk volume elpiji yang disubsidi berdasarkan nota keuangan 2008 berjumlah 1,281 juta kiloliter dengan subsidi Rp2,37 triliun.
Dengan adanya konversi di tahun depan volume akan naik menjadi 2,013 juta kiloliter sehingga subsidi menjadi Rp2,721 triliun.
Dengan program konversi ini memang akhirnya menambah subsidi untuk elpiji, tapi subsidinya tidak sebesar pengurangan subsidi minyak tanah, tegas Luluk.

Perhitungan berbeda
Sementara itu, Departemen Keuangan dan ESDM berbeda perhitungan soal pendapatan Migas. Dengan kondisi produksi yang baru memuncak di semester II-2007, dikhawatirkan dana-dana dari Migas baru masuk pada 2008.
Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menjelaskan Indonesia baru menikmati kenaikan produksi minyak yang signifikan pada semester II-2008. Peningkatan yang signifikan berasal dari sejumlah ladang minyak andalan seperti Cepu (ExxonMobil) dan lapangan di Sumatera Tengah (Caltex).
Peningkatan produksi pada Semester II-2008 ini membuat Departemen ESDM resah karena pola penghitungan rata-rata produksi minyak berbeda dengan pola penghitungan pendapatan dari produksi minyak yang dilakukan Departemen Keuangan.

Jadi kalau produksinya baru pada semester dua, selama semester satu, ya, memang uangnya belum diterima, kata Purnomo. Contohnya, misal ada lapangan yang baru berproduksi bulan Oktober, maka departemen ESDM menghitung rata-rata produksinya adalah jumlah produksi dikalikan dengan masa produksi (Oktober-Desember), lalu dibagi 365 hari, sehingga menjadi rata-rata per tahun.

(y)

 

 Jakarta, Pelita

 
 
 
 
• 
• 
• 
• 
•Kandidat Deputi Gubernur BI Sarankan Perlu Disinsentif Dana Asing
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook