Alpen Steel | Renewable Energy

~ Tragedi PLTAngin Terjadi Kembali Di Bali

Tragedi PLTAngin berulang di Nusa Penida Bali

Desember 2008 halaman 22 memberitakan 8 pembangkit listrik tenaga angin di Nusa Penida Bali menganggur dan satu lainnya rusak terkena sambaran petir, semua 9 unit pembangkit tsb memiliki kapasitas daya terpasang 735 kW. Saat ini 20 dusun (dari 79 dusun di Nusa Penida) belum menerima layanan listrik. Sungguh kejadian tsb telah menjadi pelajaran sangat berharga bagi stakeholder kelistrikan, khususnya penggiat energi terbarukan fokus pada pemanfaatan energi angin. Diharapkan ada pihak yang berani berinisiatif melakukan kajian independen dan mencegah agar tidak berulang-ulang terjadi .

Pada tahun 1993 pihak BPPT telah melaksanakan pembangunan pembangkit listrik hybrid tenaga angin + tenaga solar cell + genset diesel di desa Tanglat - Nusa Penida (tetangga desa 9 pembangkit listrik baru tsb diatas), tetapi tidak dioperasikan dengan baik dan telah menjadi monumen 'barang' rongsokan. Maka jangan sampai muncul 'image' bahwa kita hanya bisa membangun (pembangkit listrik tenaga angin) tapi tidak mampu mengoperasikan dan memeliharanya. Pakar management Rhenald Kasali meminta : Berubahlah birokrasi !

Masyarakat Nusa Penida, Nusa Ceningan & Nusa Lembongan sebelah tenggara pulau Bali menerima layanan listrik dari PLTD isolated dengan konsumsi BBM sekitar 120 Ton solar per bulan. Sebelum tahun 2006 di Ceningan & Lembongan listrik tersedia hanya malam hari saja, siangnya khan sudah terang ada matahari J  Kelistrikan di pulau Bali juga tergantung supply dari sistem Jawa-Bali melalui 2 sirkit kabel laut 150 kV Ketapang-Gilimanuk, dimana 9 sirkit kabel laut telah putus karena derasnya arus laut di selat Bali.

Solusi kelistrikan di Nusa Penida apa ? Saya usulkan memanfaatkan energi arus laut di selat Ceningan. Bagi para nelayan lokal dan 'divers' amat paham derasnya arus laut 3~ 5 knot dari utara ke selatan di selat Ceningan di sepanjang 5 km yang menyimpan potensi energi terbarukan untuk memenuhi seluruh kebutuhan listrik Nusa Penida dan sekitarnya, bahkan kelebihan daya listriknya berpotensi di salurkan ke pulau Bali. Asumsi arus laut di selat Ceningan dapat membangkitkan 1.000 kW per km, maka prediksi total kapasitas pembangkitan di selat Ceningan mencapai 5.000 kW. Informasi beban puncak (semu) sistem Nusa Penida mencapai sekitar 1.500 kW, padahal banyak investor perhotelan menunggu ketersediaan listrik untuk pengembangan industri pariwisata di Nusa Penida dan sekitarnya.

Bagi rekans yang ingin mengetahui lebih lanjut potensi energi arus laut di Indonesia, sila belajar langsung dari para pakar/empu/resi kelautan kita, antara lain Indroyono Susilo, Indra Jaya, Dwi Susanto, atau sila buka situs /browsing dengan kata kunci 'ARLINDO' , 'Indonesian Throughflow' etc. Semoga beliau-beliau berkenan berbagi data empirik & informasi hasil penelitian arus laut Indonesia, agar lebih berguna bagi nusa & bangsa.

Matur suksma,

Djoko Budi Walujo

Harian 'Kompas
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook