Alpen Steel | Renewable Energy

Kekuatan Angin yang Tidak Sekadar Sepoi-sepoi...

Alam memang memiliki kekuatan yang luar biasa. Konsep pemikiran inilah yang melatarbelakangi temuan pembangkit listrik tenaga bayu atau PLTB yang kini tegak berdiri di Pantai Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo.

Oleh sang penemu, HM Ichsan (58), bayu atau angin dibuktikan tidak hanya mampu berdesir sepoi-sepoi. Namun, sebaliknya, dari embusannya bisa dihasilkan energi listrik berkekuatan tinggi. "Dengan memanfaatkan tenaga angin ini, saya tidak perlu menambahkan bahan bakar apa pun," ujarnya, Senin (26/5).

Bangunan konstruksi baja yang berdiri tegak di tepi Pantai Jatimalang ini memiliki tinggi tiang penyangga sekitar tiga meter. Di atasnya terdapat satu tiang lagi yang memiliki tiga lengan sepanjang empat meter. Di masing-masing lengan tersebut terdapat tiga lembar aluminium berukuran 1,25 meter x 2,5 meter.

Menurut Ichsan, PLTB itu bekerja dengan konsep yang sangat sederhana. Ketika angin dari pantai berembus kencang, turbin pun bergerak kencang serupa baling-baling. Kekuatan inilah yang kemudian ikut menggerakkan peralatan yang ada di bawah mulai dari gear box, kemudian pulley. Selanjutnya, pulley itu pun menggerakkan kompresor untuk mengalirkan angin ke dalam tangki.

Angin yang sudah tersimpan dalam tangki akhirnya kembali dikeluarkan untuk menggerakkan turbin pemutar. Putaran dari turbin akhirnya turut mendorong munculnya energi listrik dari generator.

"Dari hasil rancangan saya ini, energi listrik yang dihasilkan mencapai kekuatan 300 watt dengan voltase 3.000 volt," ujarnya. Rancangan ini sudah berhasil diujicobakan di rumahnya dan di Balai Benih Udang di Pantai Jatimalang.

Ichsan yang berlatar belakang pendidikan sekolah teknik mesin di Semarang ini mengatakan, ide rancangan ini terinspirasi dari gerakan perahu layar.

"Gerakan angin saja mampu menggerakkan parahu layar untuk berkeliling dunia. Jadi, kenapa tidak saya memanfaatkan energi angin yang demikian besar ini untuk membangkitkan tenaga listrik?" ujarnya.

Gagasan ini diakui Ichsan sebenarnya sudah ada di kepalanya sejak lima tahun lalu. Namun, ide ini baru benar-benar direalisasikan selama setahun terakhir. Setelah berulangkali membongkar pasang, akhirnya jadilah rancangan PLTB tersebut. Selama proses ini, dia menghabiskan dana Rp 500 juta.

Meskipun demikian, Ichsan mengatakan, hasil rancangannya ini masih sangat sederhana dan membutuhkan penyempurnaan antara lain rancangan ini membutuhkan logam yang tahan karat dan ikatan tali penghubung antarperangkat harus lebih kuat.

Namun, tentu saja, semuanya tidak bisa dikerjakannya sendiri. "Saya membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa pun yang berminat untuk mendukung pendanaan bagi pengembangan rancangan ini," ujarnya.

Saat ini, rancangan tersebut diakuinya masih memakai alat-alat yang sederhana. Untuk tangki penyimpan angin misalnya, dia hanya menggunakan tangki minyak tanah yang diikat baja di sebagian sisinya. Tangki yang berkapasitas 7.000 liter ini mampu menampung angin dengan tekanan 7 bar.

Turbin vertikal

PLTB seperti yang berdiri di Pantai Jatimalang, disebutnya, PLTB dengan turbin vertikal dengan sistem buka tutup. PLTB ini dibuatnya dalam tiga model. Selain itu, Ichsan juga baru saja selesai membuat konsep PLTB dengan memakai casing atau penutup. Dalam tampilan fisiknya, mesin ini serupa dengan blower.

Sebulan lalu, Ichsan menerangkan, ia mendaftarkan empat temuannya ini ke Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk mendapatkan hak paten. "Saat ini, saya sedang menunggu diterbitkannya sertifikat HAKI (hak kekayaan intelektual) atas empat temuan tersebut," paparnya.

Ichsan mengatakan, temuan ini penting untuk dipatenkan. Sebab, dengan memegang sertifikat HAKI, maka dia pun dapat memanfaatkan temuan itu untuk kepentingan bisnis.

"Sejak awal, saya berpikir rancangan ini memiliki prospek bisnis yang bagus. Sekalipun sudah mengeluarkan Rp 500 juta, saya optimis akan mendapatkan bertriliun-triliun rupiah dengan menjual alat dan ide rancangan ini," tuturnya.

Di tengah krisis energi yang terjadi saat ini, menurut Ichsan, teknologinya menjadi solusi baik untuk diterapkan. "Oleh karena itu, saya pun tidak keberatan bekerja sama dengan siapa pun untuk mengembangkannya termasuk dengan PLN," tuturnya.

Oleh Regina Rukmorini

Sumber : Kompas

 
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook