Alpen Steel | Renewable Energy

~ Purworejo Akan Menjadi Pusat PLTB

Purworejo Selatan Layak untuk PLTB

Sepanjang garis pantai selatan Kota Purworejo, Jawa Tengah diusulkan menjadi pusat PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu –Kincir Angin–). Usulan ini disampaikan H.M. Fatchan, direktur utama PT Cerah Sempurna, Semarang. ?Kami sudah mengajukan proposal Purworejo Windfarm Project dengan dilengkapi hasil observasi dan penelitian dengan tenaga ahli dari Jerman? kata Fatchan kepada Toni Sarwoko dari IEW (IndonesiaEnergyWatch) di Jakarta, Selasa (15/7).

 

Menurut dia, proposal itu diajukan untuk menyambut tantangan Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) kepada masyarakat Indonesia guna menghasilkan energy alternatif. ?Sekarang, proposal kami sedang dikaji di Departemen ESDM. Ya, agar tragedi Banyu Geni tidak terulang? ungkapnya.

 

Seperti diketahui, tragedi Banyu Geni adalah kasus Djoko Suprapto yang mengaku mampu memproses air menjadi bahan bakar (air laut menjadi Blue Energy pengganti BBM yang harganya terus melambung tinggi). Penemuan Djoko yang sempat ditampilkan dalam Konferensi United Nation Framework Conference on Climate Change (UNFCCC) 2007 di Nusa Dua, Bali, Indonesia itu, ternyata hanya tipu daya belaka.

 

Berbeda dengan Djoko dan hasil penelitiannya tentang Blue Energy diragukan oleh para akademisi, usulan Fatchan tentang Pembangkit Listrik Tenaga Bayu sudah teruji. ??Di Eropa, Canada, dan China Wind Power Plant mampu menghasilkan energy listrik Jutaan mega watt jam?? katanya.

 

Dalam proposal yang dikirimkan ke Presiden SBY, via Dirjen LPE, bersamaan dengan Solar Roof Ceremony di Jerman School BSD bulan lalu, H.M Fatchan mengusulkan pembuatan 100 unit Kincir Angin di sekitar pantai Purworejo.

 

Lokasi itu terletak di 120 KM dari ibukota Jawa Tengah, Semarang, atau hanya 20 Km dari Kebumen dan 50 Km dari Jogjakarta. Dari 100 unit Kincir Angin @ 2 MW tersebut, menurut dia, bisa terpasang 200 Mega watt. ?Satu Kincir Angin bisa menghasilkan 2 Mega Watt? pada kecepatan angin 12 m/s ungkap Fatchan.

 

Lalu, berapa investasi yang dibutuhkan untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Bayu di Purworejo? HM Fatchan menyebut untuk menghasilkan 1 watt diperlukan biaya investasi sekitar 2 USD. Dengan demikian, untuk menghasilkan 200 MW dalam proposal Pembangkit Listrik Tenaga Bayu tersebut diperlukan biaya 400 juta USD atau sekitar Rp. 4 Trilyun.

 

Akankah proyek ini dilaksanakan? Bisakah PLN membeli listrik yang dihasilkan untuk didistribusikan ke masyarakat? Senyampang kebijakan pemerintah untuk mensubdi listrik belum ditinjau, rasanya proyek green energy tersebut perlu dikaji lebih serius.

 

Angin sebagai alternative pengganti BBM untuk menghasilkan listrik, merupakan alternatif yang cerdas untuk dipertimbangkan.

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook