Alpen Steel | Renewable Energy

~ Potensi Angin di NTT Kupang Bisa Dimaksimalkan

Maksimalkan Potensi Angin di NTT Kupang
 



T, Drs. Frans Lebu Raya memberikan cinderamata kepada Ketua Workshop Energi Angin, Dr. Pim Kieskamp dalam pembukaan Workshop Energi Angin di Hotel Kristal-Kupang, Senin (22/6/2009).
Selasa, 23 Juni 2009 | 09:10 WITA

KUPANG, POS KUPANG. Com -- Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya meminta kepada pengembang energi angin untuk memaksimalkan potensi energi angin yang terdapat di wilayah NTT. Upaya ini perlu dimaksimalkan guna mengatasi krisis energi.

"Dari hasil penelitian, wilayah NTT memberi kontribusi energi angin terbesar. Untuk itu, mari kita sama-sama maksimalkan potensi ini guna menjawabi kebutuhan masyarakat kita terhadap energi," kata Lebu Raya dalam pembukaan Workshop Energi Angin di Hotel Kristal, Jalan Timor Raya, Kupang, Senin (22/6/2009).

Workshop ini diselenggarakan atas kerja sama Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Masyarakat Energi Angin Indonesia (MEAI) dan Senter Novem (Belanda).

Lebu Raya berterima kasih kepada Kedutaan Belanda atas kerja sama dan perhatiaannya terhadap masyarakat NTT. Ia berharap kerja sama tersebut dapat memberikan solusi yang lebih nyata untuk mengatasi kesulitan energi di NTT karena masih banyak masyarakat NTT, terutama yang berdomisili di pedesaan, belum menikmati energi  yang memadai.

Lebu Raya berharap workshop ini dapat melahirkan ide-ide positif dan strategis dalan rangka mengembangkan dan memaksimalkan potensi energi angin di NTT.

"Dari ide-ide, selanjutnya kita perlu merumuskan langkah- langkah yang lebih konkrit supaya kemudian hari  masyarakat dapat menikmati hasil pengembangan energi angin ini," katanya.
Selain itu, kata Lebu Raya, kita mesti bekerja giat untuk meyakinkan masyarakat supaya mau mengalokasikan lahannya untuk pembangunan turbin energi angin.

"Terkadang masalah sosial seperti ini muncul, karena banyak masyarakat yang belum mengerti potensi energi angin. Namun dengan tekad yang ada, kita mesti giat meyakinkan masyarakat untuk dapat menerima pembangunan ini," kata Lebu Raya.

Diharapkan, perencanaan pengembangan potensi energi angin dapat direalisasikan dalam waktu dekat. "Diperlukan optimisme yang tinggi guna mendorong kita lebih keras mewujudkan cita-cita ini," ujar Lebu Raya.

Ia juga meminta masyarakat dan pelaku bisnis lokal untuk membantu dan mendukung rencana pengembangan energi angin di NTT.

Ketua Workshop Energi Angin, Dr. Pim Kieskamp mengatakan, workshop ini bertujuan untuk bertukar pikiran dan pengetahuan antara Indonesia dan Belanda guna mendukung implementasi pengembangan proyek energi angin. Workshop ini juga bertujuan merumuskan langkah- langkah dan memberikan solusi-solusi untuk menjawab tantangan dalam merealisasikan proyek ini.

"Selain itu, workshop ini bertujuan mengumpulkan pengambil keputusan-keputusan dari pihak pemerintah, PLN dan sektor keuangan, baik pada tingkat nasional maupun daerah untuk merealisasikan proyek energi angin dan menjadikannya sebagai pilot project antara Indonesia dan Belanda," terangnya.

Pim mengatakan, pihaknya memilih NTT sebagai lokasi proyek energi angin karena memilki potensi  angin yang baik. Bahkan, kata Pim, dari hasil penelitian, potensi angin di NTT, khususnya di TTS, jauh lebih baik dari potensi angin di Belanda.

"So'E merupakan daerah yang potensial karena memiliki kecepatan angin berkisar 6-7 meter per detik. Setiap 1 km kisaran angin, bisa menghasilkan daya sebesar 5-6 mega watt. Potensi ini dapat memenuhi kebutuhan energi masyarakat," urai Pim.

Di samping itu, Pim mengatakan, pihaknya akan mengikutsertakan pemerintah dan masyarakat lokal dalam proyek tesebut .

POS KUPANG/MAYELUS DORI BASTIAN  Gu


 

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook