Alpen Steel | Renewable Energy

~ Lampu Tenaga Matahari

Jalur Pantura Minim Penerangan
Pemerintah Kabupaten Cirebon Sanggupi Pasang Lampu Jalan

 

Subang, Kompas - Jalur di wilayah pantai utara (pantura) Kabupaten Subang dan Karawang gelap pada malam hari karena sebagian besar lampu penerangan jalan mati. Hal itu dikhawatirkan memicu kecelakaan selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.

Penelusuran Kompas, Minggu (6/9), menunjukkan, sebagian besar lampu di ruas sepanjang 45 kilometer dari Cikampek, Kabupaten Karawang, hingga Pamanukan, Kabupaten Subang, mati. Penerangan relatif lebih baik hanya terdapat di sekitar persimpangan jalan, pasar, gerbang pabrik, stasiun pengisian bahan bakar untuk umum, dan rumah makan.

Lampu tenaga matahari (menggunakan sel surya sebagai sumber daya listrik) yang belum genap dua tahun dipasang di median jalan juga tidak berfungsi. Itu terlihat dari daerah Kotabaru, Jatisari (Karawang), Patokbeusi, Ciasem, Sukasari, hingga Pamanukan (Subang). Santana (19), warga Desa Tanjungrasa, Kecamatan Patokbeusi, mengatakan, kondisi jalan yang gelap sering memicu kecelakaan. Beberapa kecelakaan terjadi di daerah Tanjungrasa karena pengendara tidak melihat kendaraan mogok di tepi atau di bahu jalan.

"Beton pembatas jalan, tiang lampu, penyeberang, dan kendaraan yang melaju pelan pernah tertabrak di sini karena tidak terlihat jelas oleh pengendara yang melaju kencang," ujar Santana.

Hindari malam

Syukur (48), warga Desa Batangsari, Kecamatan Sukasari, menambahkan, sebagian lampu tenaga matahari dipasang di jalur pantura di desanya pada tahun lalu. Namun, kini banyak lampu tersebut mati. Kepala Kepolisian Resor Subang Ajun Komisaris Besar Sugiyono, di sela-sela persiapan pengamanan Lebaran di Cikopo, Purwakarta, Senin, mengatakan, sebagian besar dari total 58 lampu tenaga matahari di jalur pantura Kabupaten Subang tidak berfungsi. Pihaknya mengimbau pemudik agar lebih hati-hati saat melintas di jalur pantura pada malam hari. Pengguna sepeda motor diimbau menghindari perjalanan pada malam hari.

"Kami telah mengonfirmasi ke instansi terkait, seperti Dinas Bina Marga, Dinas Perhubungan, dan Jasa Marga, terkait kondisi penerangan di jalur pantura. Namun, hingga kini belum ada solusi," kata Sugiyono. Terkait mudik Lebaran, Pemerintah Kabupaten Cirebon berjanji menambah penerangan jalan di jalur pantura. Pemkab akan meminta Balai Besar Jalan Nasional Pantura memasang lampu penerangan jalan. Salah satunya jalur Pangenan-Gebang ataupun Kapetakan-Celancang yang selama ini selalu gelap dan rawan kecelakaan.

Bupati Cirebon Dedi Supardi, saat mengunjungi pos Losari, Senin, menyanggupi pembiayaan penerang jalan agar pantura layak dilewati kecuali jalur tol yang menjadi tanggung jawab Jasa Marga. Idealnya lampu jalan dipasang setiap 50 meter, tetapi selama ini sebagian dipasang per 100 meter jalan.

Kepala Kepolisian Wilayah Cirebon Komisaris Besar Tugas Dwi Apriyanto menyatakan, Jasa Marga menyepakati pemasangan penerangan jalan guna memudahkan pemudik melewati calon Tol Kanci-Pejagan. Jalur alternatif penghubung Cirebon di Jawa Barat dan Brebes di Jawa Tengah itu masih dibangun sehingga jaringan penerangan jalan belum terbangun. (MKN/NIT)

 

Sumber : Kompas

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook