Alpen Steel | Renewable Energy

Becak Bertenaga Suryadari PENS-ITS

Sinar Harapan, Senin 14 Januari 2008

SURABAYA-Di era 1990-an, mahasiswa dan dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pernah merancang mobil tenaga surya. Belasan tahun berselang, empat mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) dari perguruan tinggi yang sama melakukan hal serupa.Bedanya, kalau dulu yang dituju adalah mobil, kini pemanfaatan tenaga surya atau matahari disiapkan untuk becak, angkutan roda tiga yang selama ini bertenaga manusia. “Saya ingin melestarikan becak agar tidak tergusur dari kota besar. Selama ini, becak akan dihilangkan karena dinilai kendaraan yang tidak manusiawi dan menyebabkan kemacetan karena lajunya sangat lamban,” ujar juru bicara tim perancang becak elektrik PENS-ITS, Andik Tri S.

Dengan tenaga matahari, becak akan dapat melaju dengan kecepatan maksimal hingga 30 kilometer per jam. Tentu saja akan menjadi kendaraan yang manusiawi, karena tenaga dari matahari menggantikan tenaga manusia yang biasa mengayuh pedal. “Dengan memanfaatkan sinar matahari melalui solar sel yang dipasang di bagian belakang atas becak, kendaraan itu tidak lagi digerakkan dengan kayuhan manusia, tapi dengan tenaga matahari dan listrik,” ucapnya.

Ia menuturkan becak elektrik bertenaga surya itu menggunakan dua plat solar sel sebagai sumber tenaga untuk mengisi aki dan untuk mengantisipasi minimnya arus listrik yang dihasilkan dari solar sel. “Aki juga dapat diisi dari sumber listrik seperti dari PLN,” katanya.
Becak elektrik rancangan mahasiswa PENS itu merupakan salah satu karya penelitian yang didanai Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) lewat Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) “Karena itu, dana yang dihabiskan juga menyesuaikan dengan dana dari Ditjen Dikti sebesar Rp 6 juta,” katanya.

Akibat keterbatasan dana itu, beberapa komponen yang dibutuhkan untuk mewujudkan prototipe becak listrik itu dipenuhi dengan cara meminjam ke laboratorium, misalnya solar sel yang harganya cukup mahal. Becak yang dipakai untuk rancangan itu juga dipinjami sebuah bank syariah yang memang sedang merancang becak bertenaga listrik.

“Kalau dipikir-pikir mungkin (harga becak elektrik) terlalu mahal untuk seorang tukang becak, tapi desain teknologi untuk becak itu justru untuk melestarikan becak,” katanya.

Menurut Andik, ada tiga komponen penting pada becak elektrik itu, yakni motor DC, aki, dan solar sel. “Ketiga komponen utama itu terhubung kabel,” katanya. Mahasiswa semester VIII Program D-4 Jurusan Listrik Industri itu mengatakan aki digunakan sebagai tempat menyimpan energi, baik dari pembangkit maupun solar sel. “Kami menempatkan tiga aki di belakang jok becak yang masing-masing berkekuatan 12 volt dan 26 amphere. Dua aki digunakan motor penggerak dan satu aki lagi untuk pencatu aksesori, seperti lampu sen, pengeras suara dan lainnya,” katanya.

Dalam uji coba yang dilakukan selama ini, Andik dan kawan-kawan telah berhasil mengisi ketiga aki itu, baik dari aliran listrik maupun tenaga surya.
“Bila penuh, becak mampu berputar sekitar empat hingga enam jam tanpa henti, apalagi solar sel dapat bergerak secara otomatis mengikuti fokus maksimal penyinaran matahari, sehingga energi matahari yang diserap bisa maksimal,” katanya.

(antara/edy m ya’kub)

(Digunting-tempel dari Harian Sore Sinar Harapan)

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook