Alpen Steel | Renewable Energy

Listrik Surya, Hemat dan Ramah Lingkungan Pangkep dan Selayar Kembangkan untuk Warga Pulau

Rabu, 13 Mei 2009 | 03:02 WITA

PENCINTA lingkungan gencar mengkampanyekan penggunaan energi alternatif yang ramah lingkungan, biaya murah, dan praktis. Salah satunya adalah sel surya yang bersumber pada sinar matahari.

Ramah lingkungan karena konversi energi matahari menjadi energi listrik melalui sel surya itu tak membutuhkan bahan bakar.
Bahan bakar yang digunakan pada pembangkit listrik diesel merupakan salah satu penyebab polusi udara dan polusi suara (kebisingan).
Atas alasan itu, kini di Sulsel terutama di Pangkep dan Selayar mulai memanfaatkan energi alternatif ramah lingkungan itu.
"Listrik hybrid tenaga surya kami rencanakan diterapkan pada empat kecamatan kepulauan maupun wilayah terpencil. Dan ini yang pertama di Sulsel," jelas Bupati Pangkep Syafrudin Nur di Pangkajene, Selasa 12/5.
Listrik tenaga surya telah diterapkan di Pulau Sakuala Kecamatan Liukang Tupabiring pertengahan April silam.
Jika sebelumnya pulau ini pada malam harinya gelap gulita, namun sekarang listrik tenaga surya sudah beroperasi di semua rumah.
Listrik hybrid tenaga surya itu diresmikan Syafrudin Nur Msi dan Wagub Sulsel Agus Arifin Numang, serta Dirjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, DR Syamsul Maarif.
"Selain listrik surya, akan diberikan pula penyulingan air asin menjadi air tawar. Apalagi tenaga listriknya sudah ada," tutur Syafrudin
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sulsel Sampara Salman mengatakan Selayar akan mendapatkan bantuan dua unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dari pusat dalam waktu dekat ini.
Pada 2008 lalu, Selayar telah mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/angin (PLTB) dengan kapasitas 200 KW.(fir)

Manfaatkan Berlimpahnya Cahaya Matahari
PANEL surya adalah alat yang terdiri dari sel surya yang mengubah cahaya menjadi listrik. Jumlah penggunaan panel surya untuk produksi listrik dunia sangat kecil, hal itu karena biaya tinggi per wattnya dibandingkan dengan bahan bakar fosil (solar dan bensin).
Padahal berlimpahnya cahaya matahari sepanjang tahun di Indonesia adalah potensi yang bisa dimanfaatkan dengan murah dan mudah.
Pada 2001 Jepang telah memasang kapasitas 0,6 MWp tenaga surya, sementara di Jerman memilik 0,26 MWp dan Amerika Serikat 0,16 MWp.
Pada saat ini tenaga listrik surya seluruh dunia kira-kira sama dengan yang diproduksi oleh satu kincir angin besar. Di AS biaya pemasangan panel surya telah turun dari 55 dolar AS per watt menjadi empat dolar AS per watt di 2001.(fir)

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook