Alpen Steel | Renewable Energy

PLTS Piyungan Diperkirakan Selesai 2010

Pembangunan instalasi penangkap gas metan yang rencananya dimulai akhir 2008 lalu di tempat pembuangan akhir (TPA) Piyungan Bantul, diperkirakan baru bisa terealisir tahun 2010. Sebab, Shimizu sebagai investor, baru bisa mendapatkan sertifikat Kyoto Protocol yang dikeluarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, paling cepat pertengahan tahun ini.

Demikian dikemukakan Gendut Sudarto, Sekretaris Daerah Pemkab Bantul, Senin (27/4). Sertifikat ini, terang dia, adalah bentuk perwujudan kesepakatan negara-negara-negara maju untuk mengurangi gas buang limbah industri. Negara atau pihak swasta yang bisa dan mau berkomitmen mengurangi gas buang limbah industri akan mendapat imbalan sejumlah uang dari PBB.

"Februari lalu, Pemkab dan Shimizu sudah bertemu dengan Kementrian Lingkungan Hidup (KLH). Apa yang nanti dilakukan Shimizu dan bentuk kerja samanya dengan Pemkab, sudah dipaparkan. KLH telah menyatakan setuju," kata Gendut, Senin (27/4).

Shimizu, investor asal Jepang, berencana membangun instalasi penangkap metan, yakni gas kimia beracun hasil pembusukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Piyungan, Bantul. Gas metan berbahaya jika terhirup, serta sangat merusak lapisan ozon di udara alias mengakibatkan pemanasan global. Nota kesepahaman penggarapan proyek oleh Shimizu, sudah ditandatangani April 2008. Diwacanakan, nanti juga berdiri pabrik pupuk kompos.

Seperti pernah disampaikan Ferry Anggoro Suryokusumo, Manajer Sekretariat Bersama Yogyakarta, Sleman, Bantul, (Sekber Kartamantul)-yang membawahi pengelolaan TPA Piyungan-beberapa waktu lalu, gas metan bisa ditangkap jika ketinggian sampah sudah empat meter.

Dengan kenyataan bahwa sampah di TPA Piyungan saat ini sudah lebih dari 25 meter, pasti banyak gas metan yang bisa ditangkap, untuk diolah. Hasil olahan g as metan bisa digunakan sebagai alternatif sumber listrik dan bahan bakar.

TPA Piyungan-seluas 10 hektar-saat ini terisi 80-85 persen. Memang nanti akan dibangun TPA baru disamping TPA lama sebagai antisipasi TPA lama yang penuh tahun 2012, jika tak ada upaya pengolahan. Jika sampah diambil metannya dan diberi perlakuan kimiawi untuk mengurai sampah, tumpukan sampah di TPA lama tinggal ditutup tanah dan sduah tak ada masalah lingkungan, ujar Gendut.

Menyinggung apakah pemulung masih bisa merambah TPA ketika proyek Shimizu dijalankan, Gendut menjawab bisa karena tidak semua areal TPA ditutup serempak. "Tapi masalahnya 'kan siapa yang menyuruh mereka memulung di sana, termasuk sapi dan kambing yang merumput di areal TPA?" ucap Gendut.
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook