Alpen Steel | Renewable Energy

~ Sebagai Penyimpan Energi Matahari Garam Cair Dapat digunakan

Garam Cair Sebagai Penyimpan Energi Matahari

 

matahariEnergi surya memang telah banyak digunakan, tetapi meski demikian, teknologi yang ada masih mempunyai keterbatasan seperti yang harus dihadapi oleh energi terbarukan lainnya, yaitu ketergantungannya terhadap cuaca dan iklim. Unjuk kerja teknologi berbasis surya masih dipengaruhi oleh masalah tersebut.

Tetapi dengan menggunakan garam cair dengan karakteristik yang memiliki efisiensi tinggi untuk perpindahan panas, maka akan bisa dihasilkan produksi listrik yang tidak terpengaruh oleh perubahan cuaca. Teknologi yang tepat untuk disandingkan dengan garam cair adalah concentrating solar power (CSP), yang terdiri dari menara dan sistem penyimpan energi dengan garam cair.

Energi yang berupa panas disimpan dalam sistem penyimpan energi dengan garam cair dan biasa disebut dengan thermal storage system atau sistem penyimpan panas. Sistem tersebut memberikan keuntungan seperti kemudahan mendesain pembangkit yang akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Bahkan sebuah pembangkit bisa didesain, sebagai contoh, untuk memaksimalkan produksi listrik selama beban puncak atau tetap terus berproduksi setelah matahari terbenam. Prinsip kerja Barisan cermin yang selalu menjejak matahari atau heliostats digunakan untuk memantulkan dan mengumpulkan radiasi sinar matahari pada sebuah menara. Menara tersebut berfungsi untuk menerima sekaligus tempat mengalirnya garam cair.

Garam cair yang bersuhu tinggi kemudian dialirkan menuju sebuah tangki penyimpanan yang terisolasi secara termal dari temperatur lingkungan. Ketika diperlukan untuk memulai produksi listrik, maka garam cair bersuhu tinggi tersebut dialirkan ke sebuah heat exchanger untuk menghasilkan uap dengan temperatur dan tekanan yang tinggi. Uap tersebut yang digunakan untuk memutar turbin dan menghasilkan listrik.

Setelah keluar dari heat exchanger, garam cair dialirkan menuju sebuah tangki pendingin dan siklus berulang kembali. Garam yang digunakan merupakan kombinasi antara sodium dan potasium nitrat, yang mempunyai temperatur leleh pada 238 °C. Pada kondisi cair, garam tersebut mempunyai viskositas dan terlihat mirip dengan air. Pada prakteknya, suhu yang bisa diterima garam cair tersebut mencapai kurang lebih 565 °C. Artinya dengan suhu tersebut, efisiensi sebesar 40% dari siklus termodinamika dalam sistem turbin uap bisa dicapai

Tag:         
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook