~ Energi Matahar Untuk Energi Listrik Digaji Oleh PempRoV

 Pemprov Kaji Energi Matahari untuk Listrik

  Pemerintah Provinsi Riau akan membuat program mengejutkan. Dalam waktu dekat, Pemprov Riau akan dihadirkan lima profesor ahli energi dari Jerman di Pekanbaru.

Kehadiran mereka untuk mengkaji potensi tenaga surya untuk dijadikan sumber listrik. "Di Jerman itu hampir 20 persen tenaga listriknya bersumber dari tenaga surya. Padahal kualitas panasnya lebih bagus di Riau. Untuk itu mereka akan melihat seperti apa kondisi Riau," ujar Wakil Gubernur Riau, HR Mambang Mit, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (25/8).

Di samping itu, para ahli energi ini juga akan melihat potensi sumber energi lainnya yang ada di Riau.  Oleh sebab itu, turut dihadirkan GM PT PLN (Persero) Wiyah Riau dan Kepri Robet Aritonang, serta Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Riau, Abdul Lafiz.

"Saya minta GM PLN dan Kadistamben serta pihak terkait lainnya ketemu mereka, untuk berdiskusi lebih lanjut untuk mencari solusi mengatasi krisis listrik di Riau. Mudah-mudahan dari diskusi nanti ada gagasan yang layak untuk ditindaklanjuti," kata Wagub.

Dikatakan, kehadiran para ahli energi asal Jerman ini dijembatani orang dekat mantan Presiden BJ Habibie, bernama Dr Parlin Napitupulu. "Memang untuk pengadaan listrik dari tenaga surya butuh dana besar, tapi ini alternatif jangka panjang," sambungnya.

Bertemu GM PLN
Mambang kemarin juga mengatakan, pada Senin (24/8) lalu ia sudah bertemu dengan GM PT PLN (Persero) Wiyah Riau dan Kepri, Robet Aritonang. Saat pertemuan itu, Wagub minta PLN agar memberi perhatian lebih pada waktu berbuka, shalat tarawih dan waktu sahur, untuk tidak mematikan lampu.

"Ini kan waktu-waktu yang sangat sensitif dan saya minta untuk mereka memberi perhatian lebih. Memang disebutkan bahwa Riau kekurangan daya, tapi saya minta tolong durasi pemadamannya di atur. Sehingga waktu berbuka, tarawih dan sahur tidak ada mati lampu," kata Wagub.

Terkait selama Ramadhan ini, PLN awalnya memungkinkan memberi pelayanan lebih baik. Namun belakangan ada alasan bahwa akibat gempa di Sumbar baru-baru ini, berdampak berkurangnya pasokan energi dari sistem interkoneksi.

"PLTA Koto Panjang memang turbinnya sudah bisa dioperasikan dua unit, dan masih ada tersisa satu unit turbin lagi. Kita berharap ketiga turbin bisa dioperasikan agar energi listrik yang dihasilkan bisa optimal," harap Wagub.

Bagi 120 Genset
Pihak PLN sendiri, dalam Ramadhan ini akan membagikan 120 genset kepada 120 masjid yang  tidak memiliki genset di Kota Pekanbaru. Pembagian genset ini merupakan bentuk kepedulian sosial PLN Wilayah Riau-Kepri, terhadap krisis listrik yang kini terjadi.

Pembagian genset ini kepada masjid-masjid akan langsung diserahkan PLN kepada pengurus masjid. Dan pembagian itu paling lambat akan dilakukan dalam minggu ini.

"Kita usahakan secepatnya sudah bisa dipakai oleh masjid yang memang membutuhkan. Sebab pemadaman listrik akan terus berlanjut," kata Humas PLN Wilayah Riau-Kepri, Suwandi Siregar, Selasa (25/8) kepada Tribun di ruangannya.

Sebelumnya, PLN telah melakukan pendataan masjid-masjid yang tidak menggunakan genset saat listrik padam. Pihak PLN merasa ikut bertanggung jawab untuk penerangan jamaah, sehingga akhirnya diberikan opsi pembagian genset.

"Ini bukan sebagai kompensasi dari PLN, ini hanya sebagai rasa tanggung jawab PLN terhadap kondisi hidup matinya listrik," kata Suwandi.

Diakui Suwandi, pembagian genset memang tidak untuk seluruh masjid yang ada di Kota Pekanbaru. "Dari sekian banyak masjid yang ada di Pekanbaru, hanya 120 masjid yang mendapat jatah," terangnya.

Suwandi menyebutkan, sampai saat ini PLN masih melakukan pendataan melalui setiap ranting PLN yang ada di Kota Pekanbaru. Hasilnya, dalam minggu ini PLN sudah bisa membagikan genset lengkap dengan kabel dan alat lainnya. "Kita berikan lengkap. Pokoknya masjid hanya tinggal beres saja,"  terangnya.

Walau tidak secara keseluruhan masjid yang dapat dibantu PLN, namun setidaknya akan berkurang masjid yang tidak memiliki penerangan saat listrik dari PLN padam.

"Semoga yang disumbangkan PLN bermanfaat, sehingga jemaah masjid bisa lebih khusuk dalam menjalankan ibadahnya," ujar Suwandi.

Dia menambahkan, pemadaman listrik akan terus berlanjut sampai waktu yang tidak bisa ditentukan. Ini disebabkan kondisi air di beberapa waduk pembangkit listrik belum normal.
Seperti PLTA Koto Panjang, kondisi air saat ini masih di bawah normal. Dengan demikian, hanya satu turbin yang bisa dioperasikan dari tiga turbin yang ada. Satu turbin tersebut menghasilkan listrik sebesar 25 MW.

Kondisi sama juga terjadi di sejumlah pembangkit seperti PLTA Singkarak dan PLTA Maninjau di Sumatra Barat. Sedangkan untuk PLTU 2x90 Ombilin, juga di Sumbar, saat ini sedang mengalami kerusakan akibat gempa yang terjadi beberapa waktu lalu.

Menurut Suwandi, dengan kerusakan yang dialami PLTU Ombilin, hanya satu turbin yang bisa dioperasikan dari dua turbin yang dimiliki. Kondisi ini membuat PLN masih harus melakukan pemadaman saat berbuka dan sahur. "Kondisi alam yang di luar perkiraan kita terjadi," tuturnya. (ksi/cr6)

PEKANBARU, TRIBUN -

 


Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum