Alpen Steel | Renewable Energy

~ Len Bangun Industri Solar Cell

 Len Bangun Industri Tenaga Surya
 
PT Len Industri (Persero) berencana membangun industri tenaga surya terbesar di Indonesia berkapasitas 50 MW dengan investasi pemerintah senilai US$125 juta.

Pabrik itu rencananya mulai dibangun tahun depan dan beroperasi pada 2011.

Direktur Utama PT Len Industri Wahyuddin Bagenda mengungkapkan rencana tersebut merupakan tindak lanjut hasil pertemuan yang digagas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 1 September.

Akhir pekan lalu digelar rapat koordinasi antardepartemen terkait di Bandung, yang hasilnya akan dipresentasikan kepada Presiden Yudhoyono pertengahan bulan ini.

“Dari pertemuan ini, kami optimistis dengan hasilnya. Semua departemen yang terlibat memberi sinyal positif, karena memang tidak ada yang bisa membantah pentingnya implementasi energi terbarukan,” ujarnya akhir pekan lalu.

Dalam pertemuan selama 3 hari kemarin, ikut terlibat a.l. Kepala BPPT Marzan A. Iskandar dan Dirjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau Kecil Departemen Kelautan Perikanan Alex Retraubun.

Juga hadir Deputi Bidang Peningkatan Infrastruktur Kementerian Departemen Pembangunan Agus Salim Dasuki, Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Departemen ESDM Jack Purwono, dan perwakilan dari Menristek.

Investasi

Wahyuddin mengungkapkan tim tersebut pada prinsipnya sepakat untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Indonesia yang berbasis energi nonfosil.

”Guna mencapai tujuan itu, kami mengajukan angka investasi US$125 juta sebagai investasi pabrik modul tenaga surya jenis thin film, dengan kapasitas produksi sampai 50 MW. Ini naik signifikan dari kapasitas kami saat ini 6 MW.”

Menurut dia, jika disepakati, rencananya pabrik tersebut akan membutuhkan lahan pabrik sedikitnya 3 hektare yang kemungkinan besar akan mengoptimalkan lahan pada kantor perusahaan di Bandung saat ini.

Wahyuddin mengungkapkan dengan kapasitas saat ini, total serapan di dalam negeri stagnan di angka 10 MW per tahun. Itu pun terbatas di wilayah marginal seperti daerah pesisir atau pulau terpencil.

”Pertemuan juga membahas strategi agar serapan tenaga surya nantinya bisa dikembangkan ke perkotaan. Cara-caranya sedang digodok, karena tidak mudah menerapkan hal tersebut.”

Sekretaris Perusahaan PT Len Industri Ade Hermaka menambahkan jenis thin film yang tergolong teknologi baru di Indonesia, membutuhkan proses instalasi manufaktur dan pendampingan teknologi sedikitnya 18 bulan.

”Jadi, pabrik baru bisa running 2011. Teknologi kami sekarang yakni crystallin memang sudah tinggal jalan [jika diterapkan di pabrik baru], tapi kami harus mengingat tren pasar nasional dan internasional ke depan yang mengarah thin film.”

Berdasarkan catatan Bisnis, crystallin yang tergolong teknologi awal modul tenaga surya memang cepat menyerap sinar tetapi daya elektrifikasinya tidak lama. Sementara thin film memiliki durabilitas energi lebih lama.
 
Sumber : bisnis.com
Muhammad Sufyan -  Bisnis Indonesia
 
Hukum & Humas, Bandung.
 
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook