Alpen Steel | Renewable Energy

~ PLTS Swadaya Lokal Dikembangkan ITB

ITB Kembangkan PLTS Swadaya Lokal

Institut Teknologi Bandung mengembangkan teknologi pembangkit listrik tenaga sampah atau PLTS berbasis swadaya lokal, yaitu seluruh komponen, peralatan, dan teknologi berasal dari dalam negeri.

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Babakan menjadi lokasi proyek percontohan program tersebut. Proyek pengembangan PLTS berbasis swadaya lokal ini digarap Pusat Rekayasa Industri ITB dan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Sebagai tahap awal PLN menginvestasikan dana Rp 8 miliar untuk membangun PLTS skala mikro di TPA Babakan, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung.

Menurut Kepala Pusat Rekayasa Industri ITB Ari Darmawan Pasek, proyek itu sekaligus dijadikan pusat laboratorium pengembangan teknologi energi berbahan bakar sampah. Realisasinya akan dimulai tahun 2008.

Ari mengatakan, TPA Babakan akan menjadi tempat pembelajaran yang sangat baik untuk pengembangan PLTS dalam negeri. Proyek ini merupakan yang pertama di Indonesia. Dalam mengembangkan desain dan konsep kerja PLTS, Pusat Rekayasa Industri juga melibatkan sejumlah mahasiswa ITB.

Berbeda dengan PLTS Gedebage, seluruh komponen PLTS Babakan dipasok dari dalam negeri, yaitu boiler (tungku pemanas) dari PT Dinamika Energitama Nusantara; turbin dari PT Nusantara Turbin; propulsi generator dari PT Pindad; dan balance of plant (peralatan pendukung) disediakan PT PLN Jasa dan Produksi.

"Untuk sementara, PLTS ini baru bisa menghasilkan 350 kilowatt (KW) karena keterbatasan turbin. Mudah-mudahan ke depan bisa meningkatkan kemampuannya," paparnya.

PLTS ini dirancang menghasilkan tenaga listrik sebesar 500 KW. Sementara luas lahan yang dipergunakan 2 hektar. Untuk menghasilkan listrik seperti ditargetkan, PLTS ini membutuhkan pemasukan sampah sebanyak 60-80 ton per hari. Sampah itu seluruhnya dari Kabupaten Bandung.

Menurut Ari, PLTS itu idealnya berkapasitas pembangkit minimal 2-3 megawatt (MW). Namun, untuk membuat PLTS dengan kapasitas sebesar itu, diperlukan dana yang relatif besar.

Dana yang dibutuhkan mencapai 5 juta dollar AS per MW, atau lima kali lipat dari nilai investasi pembangkit listrik tenaga uap. "Yang paling penting, bagaimana pengolahan sampahnya. Ini terkait soal lingkungan," ujarnya. 

Bandung, Kompas -
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook