Alpen Steel | Renewable Energy

~ Pemanas Air di Rumah Dengan Tenaga Surya

Rumah Baru Wajib Menggunakan Energi Terbarukan untuk Pemanas

Solar water heating system
Sistem pemanas air tenaga matahari untuk rumah tangga. Mudah dipasang di atap dan hanya memerlukan 4x10 inchi panel surya dan tempat penyimpanan air ukuran 66 galon. Photo courtesy 

Berlin - Dengan berlakunya Renewable Energies Heating Law (Undang-undang pemanas energi terbarukan), maka semua rumah baru yang dibangun di Jerman mulai tanggal 1 Januari 2009 diwajibkan memasang sistem pemanas menggunakan sumber energi terbarukan. Pemilik rumah diharuskan memanfaatkan sumber energi terbarukan setidaknya sebesar 14% dari total konsumsi energi tiap rumah untuk keperluan pemanas ruangan dan air. 

Sebagaimana dituturkan kepada RenewableEnergyAccess.com, Thomas Hagbeck dari the German Federal Environmental Agency mengatakan bahwa sektor pemanas adalah raksasa tidur dari energi terbarukan.

"Penggunaan energi terbarukan untuk keperluan pemanas di rumah tidak hanya mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan, tetapi juga mengurangi tagihan biaya energi dengan pengurangan penggunaan minyak dan gas bagi pemanas ruangan dan air” katanya lebih lanjut.

Penggunaan energi untuk pemanas di gedung/rumah berkontribusi 40% dari total konsumsi energi di Jerman. Dari jumlah tersebut, hanya 6%-nya berasal dari sumber energi terbarukan. Undang-undang pemanas energi terbarukan yang baru disahkan ini menargetkan peningkatan sampai 14% penggunaan energi terbarukan untuk pemanas gedung/rumah pada tahun 2020.

Tidak hanya rumah baru, rumah lama-pun diwajibkan juga melakukan renovasi untuk menyesuaikan sistem pemanas berbasis energi terbarukan mulai tahun 2010. Khusus untuk rumah lama, kewajiban penggunaan energi terbarukan hanya 10 persen dari total konsumsi energi.

Menurut Hagbeck, Undang-undang Energi Terbarukan selama ini telah terbukti meningkatkan secara berarti kontribusi energi terbarukan untuk pembangkitan listrik. Peningkatan yang sama diyakini akan terjadi untuk sektor pemanas gedung/rumah.

Dalam sepuluh tahun terakhir, terjadi peningkatan hingga 300% penggunaan sumber energi terbarukan untuk pembangkitan listrik, sementara untuk keperluan pemanasan dalam gedung/rumah hanya mencapai 40% untuk periode yang sama.

Diperkirakan, pada tahun 2020 penerapan kewajiban penggunaan energi terbarukan untuk pemanas gedung/rumah akan dapat menghemat sekitar 50 milyar euro atau sekitar 732,097 triliun rupiah untuk periode sampai 2020.

Di Jerman, rumah-rumah yang dibangun pada tahun 1960-an, umumnya menggunakan energi untuk pemanas rata-rata empat kali dari yang dikonsumsi rumah saat ini. Menurut sumber pemerintah yang dikutip dari RenewableEnergyAccess.com, setidaknya rumah lama tersebut membutuhkan 5 sampai 6 liter minyak untuk keperluan pemanas per meter perseginya, sementara harga minyak di Jerman telah naik tiga kali lipat sejak 2001.

Pemerintah Jerman mengalokasikan 350 juta euro atau sekitar 5,12 triliun rupiah setiap tahunnya dalam bentuk hibah bagi pemilik rumahuntuk memasang sistem energi terbarukan seperti solar panel, kompor dan boiler berbahan bakar pelet kayu dan  pompa panas.

Sebagian besar pemilik rumah lebih memilih solar panel. Dibawah undang-undang yang baru, ukuran solar panel yang dibutuhkan tergantung dari ukuran rumah, dimana solar panel akan membutuhkan 4% dari total area rumah.

Yang lebih hebat lagi, undang-undang tersebut secara tegas mengatur denda bagi pelanggar yang tidak memenuhi target penggunaan energi terbarukan untuk pemanas. Tidak main-main, denda yang dikenakan bagi pelanggar bisa mencapai 500,000 euro atau sekitar 7,32 milyar rupiah.

Negara bagian Baden-Württemberg di selatan Jerman telah terlebih dahulu menerapkan peraturan yang mewajibkan setiap rumah baru yang dibangun setelah 1 April 2008 harus menggunakan sistem pemanas energi terbarukan.

Di negara bagian ini, setiap warga yang mendirikan bangunan baru harus memasang teknologi pemanas energi terbarukan yang mampu menyediakan 20% dari total kebutuhan pemanas ruang dan air.

Penggunaan energi untuk keperluan pemanas di Baden-Württemberg menghasilkan 33% dari 72 juta ton emisi karbon per tahunnya.

Undang-undang negara federal Jerman tentang pemanas energi terbarukan ini merupakan satu paket komprehensif yang bertujuan menurunkan emisi karbon sebesar 40% pada tahun 2020 dibandingkan dengan tahun 1990.

Diperkirakan, keseluruhan paket program ini akan membutuhkan biaya sebesar 31 milyar euro atau sekitar 453,9 triliun rupiah per tahun, tetapi biaya sebesar itu akan terbayarkan dengan penghematan sebesar 36 milyar euro atau setara dengan 527,1 triliun rupiah per tahunnya yang berasal dari penghematan penggunaan batu bara, minyak dan gas.

Luar biasa bukan? Sebuah contoh paket regulasi yang disertai komitmen dan dipersenjatai dengan pinalti yang jelas. Walaupun dibutuhkan biaya yang besar, namun benefit yang diperoleh jauh lebih besar lagi. Tak heran negara seperti Jerman berhasil menjadi salah satu negara terdepan dalam pemanfaatan energi terbarukan.
Kapan kita bisa menyusul? @wang

Terakhir diperbaharui 
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook