Rekor Baru Teknologi Sel Surya

Diupload Oleh Awang Riyadi   
Monday, 29 October 2007
Solar cellEnergiterbarukan.net – Departemen Energi Amerika (DOE) mengumumkan bahwa Boeing – Spectrolab dengan bantuan dana penelitian dari Pemerintah telah menciptakan solar sel yang berhasil memecahkan rekor terbaru tingkat efisiensi yaitu sebesar 40,7%, sebuah pencapaian luar biasa teknologi konversi cahaya – listrik.

Prestasi ini tidak hanya spesial dari sisi teknologi, namun juga dari ekonomi yaitu menurunkan biaya instalasi hingga hanya 3$ per Watt atau setara dengan biaya produksi listrik sebesar 8-10 sen US$ per kWh, menjadikan listrik tenaga surya lebih kompetitif dari sebelumnya.

“Pencapaian ini merupakan milestone luar biasa bagi DoE dan dunia rekayasa teknologi konversi cahaya-listrik” kata Alexander Karsner, Assistant Secretary untuk Energy Efficiency and Renewable Energy DoE. "Kami ingin melihat kesuksesan ini berlanjut hingga ke pasar secepatnya, yang memungkinkan kita bisa terlepas dari ketergantungan akan sumber energi fosil”, lanjutnya.

Efisiensi setinggi 40% lebih dapat tercapai dengan mengkonsentrasikan cahaya surya. Teknologi konversi cahaya surya menjadi listrik umumnya mengandalkan pancaran matahari alami atau disebut sebagian peneliti dengan "one sun insolation", yang hanya bisa mencapai efisiensi 12 hingga 18 persen. Bagaimanapun juga dengan menggunakan konsentrator optik, intensitas cahaya matahari dapat ditingkatkan sehingga meningkatkan pula konversi listrik yang dihasilkan oleh satu modul.

 Dalam penelitian tersebut, Boeing-Spectrolab menggunakan struktur unik yaitu multi-junction solar cell yang memungkinkan solar sel menangkap lebih banyak spektrum sinar matahari untuk diubah menjadi listrik. Pada struktur ini, sel individu dibuat dalam beberapa lapis, dimana setiap lapisan menangkap bagian sinar matahari yang melewati sel sehingga sel dapat mengubah lebih banyak cahaya menjadi listrik.

Selama dua dekade sebelumnya, para peneliti telah mencoba memecahkan batasan angka efisiensi  40 persen yang dianggap sebagai kemustahilan dalam teknologi peralatan sel surya. Awal tahun 1980an, DoE memulai penelitian yang dikenal dengan "multi-junction gallium arsenide-based solar cell devices," solar sel multi-layer yang dapat mengkonversi 16 persen energi menjadi listrik. Pada tahun 1994, laboratorium energi terbarukan (National Renewable Energy laboratory) milik DoE berhasil memecahkan rekor efisiensi 30 persen yang sangat menarik minat bagi dunia industri angkasa luar untuk memanfaatkannya. Hampir semua satelit saat ini memanfaatkan teknologi multi-junction cells.

Pencapaian 40 persen ini diharapkan mampu membantu tercapainya target pemanfaatan energi matahari Amerika dalam Solar America Initiative (SAI), yaitu diterimanya teknologi energi matahari sebagai teknologi energi bersih secara nasional oleh masyarakat pada tahun 2015. Dengan demikian, Amerika akan memiliki sistem energi  matahari yang terinstal untuk melayani satu sampai dua juta rumah dengan biasa antara 5 sampai 10 sen dollar per kWh. Pemerintahan Presiden Bush mengalokasikan peningkatan dana penelitian dan pengembangan hingga 20 persen untuk mengurangi ketergantungan akan impor minyak bumi.

Aw/eere.energy.gov/solar/solar_america

 

Terakhir diperbaharui ( Thursday, 01 November 2007 )

Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum