Alpen Steel | Renewable Energy

Menangkap Matahari

Diupload Oleh Yulita   
Friday, 18 January 2008
Jangan ditanya soal potensi sumber energi alternatif. Indonesia adalah kandangnya. Mari kita sebut saja salah satunya: matahari. Sebagai yang dilewati garis khatulistiwa, energi yang bisa ditangkap dari matahari di Indonesia jelas melimpah.

Berbeda dengan sumber energi lain yang hanya tersedia di tempat-tempat tertentu, matahari hampir bisa ditangkap di mana saja, di bagian negeri ini. Karena itu, elektrifikasi di daerah-daerah pinggiran sebenarnya lebih mudah dengan memanfaatkan matahari. Apalagi kemampuan Perusahaan Listrik Negara untuk melayani daerah pinggiran ini sangat terbatas. Lebih dari 20 juta rumah belum dialiri listrik, atau 48 persen dari rumah tangga di Indonesia.

Pemerintah sudah menyadari hal ini. Program elektifikasi pedesaan sudah dicanangkan sejak awal 1990-an. Sayangnya, peralatan untuk menangkap energi matahari dibagikan gratis kepada desa-desa terpilih.

R.M. Soedjono Respati, Direktur Pengembangan Bisnis Masyarakat Energi Terbarukan (METI) menilai pemberian secara gratis tak mendidik. "Masyarakat menjadi tidak kritis, dan tak ada rasa memiliki," katanya.

Selain itu, masyarakat tak mendapat gambaran yang jelas, bagaimana memelihara peralatan itu. Tak adanya lembaga yang memberi pelayanan pasca pemberian peralatan, membuat masyarakat kebingungan ketika alat tidak berfungsi. Karena itu, tak heran jika warga pedesaan yang menjual peralatan pembangkit listrik tenaga surya yang dipasang di rumahnya, karena rusak. Dari ribuan unit yang dibagi, kata Respati, hanya 20 persen yang kini masih berfungsi.

Bank Dunia pun pada 2001 tertarik untuk memberikan bantuan US$20 juta untuk mendorong pengusaha lokal, terjun sebagai penyedia jasa pembangkit tenaga listrik. Peralatannya memang mahal. Bank Dunia membantu agar masyarakat desa mampu membeli. Di sisi lain, lembaga internasional ini mendorong pengusaha penyedia jasa membangun pusat pelayanan di desa-desa. Tapi, bantuan ini seperti tidak berbekas, karena peralatan yang ada ternyata masih diberikan secara gratis.

Agar muncul rasa memiliki, masyarakat semestinya didorong untuk membeli. Cara Bank Rakyat Indonesia dengan memberikan Kredit Umum Pedesaan untuk kepemilikan pembangkit listrik tenaga surya, layak diteruskan. Diharapkan, dengan adanya kredit kepemilikan PLTS ini dapat meningkatkan produktivitas para usahawan mikro di daerah-daerah yang belum dialiri listrik. Walaupun hanya dapat menangkap sinar Matahari pada siang hari, energi yang dihasilkan dapat disimpan terlebih dahulu dalam aki. Pada malam hari, energi dari aki ini bisa dimanfaatkan untuk keperluan penerangan atau kebutuhan lainnya.

Taruhlah ada 200 ribu rumah yang memiliki pembangkit dengan daya 50 watt per rumah, berarti ada 10 MW terpasang. Cukup besar untuk menghemat penggunaan minyak bumi. Itu baru dari matahari. Masih banyak sumber yang lain, yang harus terus dimanfaatkan.

Sumber: www.jurnalnasional.com

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook