Alpen Steel | Renewable Energy

Bali Memilih Mikrohidro dan Tenaga Surya

Untuk menghindari krisis listrik yang semakin parah, Pemerintah Provinsi Bali bertekad mempercepat pengembangan pembangkit listrik tenaga air skala kecil atau mikrohidro dan pembangkit listrik tenaga surya. Dua sungai, Sungai Telaga Waja dan Sungai Ayung, serta Waduk Telaga Tunjung sangat memungkinkan menjadi tempat pengembangan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bali I Gusti Nyoman Sura Adnyana di Denpasar akhir pekan lalu. ”Dari sekian pilihan, pembangkit listrik mikrohidro dan pembangkit listrik tenaga surya paling memungkinkan.”

Sungai Telaga Waja dan Ayung sangat memungkinkan karena aliran yang deras dengan debit air yang cukup besar. Dua sungai itu melintasi lima kabupaten di Bali, mulai Bangli, Badung, Gianyar, Buleleng, hingga Karangasem. Adapun debit air yang relatif tetap pada musim penghujan maupun kemarau menjadi alasan utama pemilihan Telaga Tunjung (Tabanan) bagi pengembangan listrik bertenaga mikrohidro.

Sebagai perbandingan, Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro di Tukad Janga, Lingkungan Juuk Manis, Paya, Karangasem, mampu menghasilkan listrik berkekuatan 25 kilowatt. Turbinnya digerakkan air berkapasitas 30 meter kubik per detik dan berpotensi menghasilkan daya 30 KW. Adnyana mengatakan, potensi Sungai Telaga Waja, Ayung, dan Telaga Waja lebih besar daripada Tukad Janga.

Pada saat yang sama, Pemprov Bali akan menambah instalasi pembangkit tenaga surya yang sudah terpasang di desa di kawasan pegunungan di Karangasem. Hingga saat ini, sedikitnya ada 105 unit listrik tenaga surya terpasang di dusun Desa Ban, Kecamatan Kubu.

Krisis listrik terus membayangi Bali. Hingga awal Desember tahun ini, misalnya, Bali kehilangan daya listrik 130 megawatt menyusul pemeliharaan di PLTG Gilimanuk. Akibatnya, pemadaman listrik bergilir harus dilakukan tiap hari di Bali.

Total daya mampu kelistrikan Bali 562 MW selama ini berasal dari tiga pembangkit, yakni PLTG Gilimanuk 130 MW, PLTG Pemaron 80 MW, dan PLTG/D Pesanggaran 152 MW plus kabel laut dari Jawa 200 MW. Jumlah itu dinilai belum aman, mengingat beban puncak sudah mendekati 500 MW, tepatnya 493 MW. Berdasarkan data PLN distribusi Bali, secara keseluruhan desa di Bali telah teraliri listrik, tetapi terdapat 45 dusun yang belum dialiri listrik. Padahal, jumlah daftar tunggu permintaan listrik di Bali kini mencapai 40.000 calon pelanggan.

General Manager PLN Bali Arifuddin Nurdin mengatakan, PLN merencanakan megaproyek Bali Crossing. Proyek itu rencananya akan menyalurkan 1.000 MW listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap Paiton, Jawa Timur, menuju Bali dengan kabel listrik di udara. (BEN)

Denpasar, Kompas
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook