Warning: mktime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/plugins/system/vvisit_counter.php on line 62

Warning: mktime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/plugins/system/vvisit_counter.php on line 95
~ Subsidi Listrik Menurun 10 Triliun

Alpen Steel | Renewable Energy


Warning: strtotime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 56

Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 198

Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 198

Warning: strtotime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 56

Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 198

~ Subsidi Listrik Menurun 10 Triliun

Subsidi Listrik Turun Rp 10 Triliun

Pemerintah memperkirakan subsidi listrik tahun berjalan 2009 bisa berkurang Rp 10 triliun karena penurunan harga minyak. Subsidi masih bisa dihemat jika target efisiensi PT Perusahaan Listrik Negara yang sebesar Rp 6,71 triliun bisa tercapai.

Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi J Purwono, Kamis (22/1), mengemukakan perubahan asumsi subsidi listrik tersebut dalam rapat kerja dengan komisi VII DPR.

Semula pemerintah mengajukan subsidi listrik tahun berjalan 2009 sebesar Rp 51,94 triliun. Dalam rencana perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2009, subsidi listrik tahun berjalan 2009 turun menjadi Rp 41,85 triliun.

Subsidi jauh berkurang karena perubahan asumsi harga minyak yang turun dari 80 dollar AS menjadi 45 dollar AS. Tahun lalu, realisasi subsidi listrik mencapai Rp 81,1 triliun.

”Subsidi listrik tahun berjalan 2009 masih bisa dihemat lagi hingga sekitar Rp 30 triliun apabila program efisiensi PLN tercapai,” kata Purwono.

Pemerintah masih mempunyai ruang untuk mengurangi subsidi listrik sebesar Rp 5,48 triliun apabila PT PLN bisa memperoleh batu bara dari bagian pemerintah. Namun, menurut Purwono, sampai saat ini upaya mewajibkan produsen untuk memasok batu bara ke dalam negeri masih dalam proses.

Maka, jika memasukkan kekurangan subsidi listrik yang belum dibayarkan pemerintah ke PLN tahun 2008 sebesar Rp 5,48 triliun, dan kompensasi untuk pengurangan penalti bagi industri sebesar Rp 1,4 triliun, total subsidi listrik tahun ini menjadi Rp 47,2 triliun.

PT PLN menargetkan penjualan listrik tahun ini mencapai 139,9 terra watt hour. Meskipun ada dampak pelambatan ekonomi akibat krisis global, konsumsi listrik tahun ini diperkirakan bisa tumbuh 7 persen.

Turunnya harga bahan bakar turut mengurangi biaya produksi listrik. Biaya pokok produksi (BPP) PLN tahun ini direvisi dari rata-rata Rp 1.005 per kWh menjadi Rp 931 per kWh. Tahun lalu, dengan asumsi harga minyak 95 dollar AS, BPP rata-rata mencapai Rp 1.317 per kWh.

Apabila dibandingkan per jenis pelanggan, BPP pelanggan listrik tegangan menengah untuk sektor bisnis besar (B3) sekitar Rp 771 per kWh, sedangkan industri besar (I3) Rp 654 per kWh. Sementara BPP pelanggan tegangan rendah yang mencakup rata-rata Rp 1.069 per kWh.

Adapun jika dibandingkan dengan tarif listrik konsumen, sebagian besar masih di bawah BPP, kecuali untuk pelanggan rumah tangga besar (R3) yang tarifnya Rp 1.174 per kWh dan pemerintah (P 1) yang dikenai tarif Rp 1.072 per kWh.

Selain karena penurunan harga BBM, biaya produksi listrik bisa ditekan dengan memperbanyak penggunaan batu bara. Tiga pembangkit listrik berbahan bakar batu bara ditargetkan bisa beroperasi tahun ini dengan total daya mencapai 1.000 MW. Direktur Konstruksi Strategis PT PLN Agung Nugroho mengatakan, tiga proyek yang akan beroperasi sesuai jadwal itu adalah PLTU Labuan, PLTU Indramayu, dan PLTU Rembang.

Upaya menekan penggunaan BBM juga dilakukan dengan memperbanyak penggunaan gas pada pembangkit milik PT PLN yang sudah ada. Direktur Perencanaan Bambang Praptono mengatakan, PLN berencana menambah kapasitas PLTGU Muara Tawar.

 

Jakarta, Kompas (DOT)

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters

Warning: strftime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 250
free counters
Alpen Steel Facebook