Jakarta (ANTARA News) - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Korea Institute of Science and Technology (KIST) melakukan penelitian bersama untuk mengembangkan 15 bahan limbah pertanian dan perkebunan menjadi sumber bahan bakar alternatif.

"Kami sudah mendaftar 15 bahan baku yang mengandung selulosa dan hemi-selulosa seperti tandan kosong kelapa sawit dan pelepah kelapa sawit," kata Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI, Syahrul Aiman, di Pusat Penelitian Kimia Serpong, Tangerang Selatan, Selasa.

Menurut Ketua Proyek Kerjasama Produksi Bioetanol LIPI-KIST, Haznan Abimanyu, limbah pertanian dan perkebunan yang akan digunakan antara lain batang singkong, bagas tebu, jerami, dan bonggol jagung.

"Paling tidak bahan itu mengandung selulosa sebesar 25 persen, lebih tinggi lebih bagus," kata Haznan.

Haznan menjelaskan, pihaknya mengembangkan sumber energi alternatif  bioethanol karena bahan tersebut memiliki kandungan oksigen tinggi tinggi, emisi gas karbon monoksida lebih rendah 19 hingga 25 persen dari premium, angka oktan tinggi (sebesar 129), dan proses pembakaran lebih sempurna.

Syahrul menambahkan, proyek penelitian sumber energi alternatif yang juga meliputi kajian tekno-ekonomi itu akan selesai dua tahun lagi.(I026)