Warning: mktime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/plugins/system/vvisit_counter.php on line 62

Warning: mktime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/plugins/system/vvisit_counter.php on line 95
~ India sumber inspirasi energi surya

Alpen Steel | Renewable Energy


Warning: strtotime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 56

Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 198

Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 198

Warning: strtotime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 56

Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 198

~ India sumber inspirasi energi surya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Belajar Energi Surya dari India

 

Di India, instalasi panel surya tumbuh sangat pesat pada 2010 – meningkat 73% dibanding pada 2009. Situasi ini sebagian besar karena harga panel surya terus turun hingga 60% selama tiga tahun terakhir.Kebutuhan

energi yang besar akibat pertumbuhan ekonomi membuat India melirik energi alternatif, termasuk energi surya. Saat ini India telah memiliki 80 MW kapasitas energi surya terpasang dan merencanakan 620 MW energi surya tambahan.

Potensi pengembangan energi surya sungguh luar biasa. Tahun lalu, investor global menyuntikkan rekor dana sebesar US$211 milliar ke industri energi terbarukan, naik 33% dari tahun 2009, dan 540% dibanding tahun 2004.

Untuk pertama kalinya, investasi energi terbarukan di negara berkembang (sebesar US$72 miliar) melampaui investasi negara maju (US$70 miliar).
Selain sumbangan investasi raksasa dari China, pendorong investasi energi terbarukan di negara berkembang yang lain adalah pembangunan pembangkit energi mandiri di wilayah pedesaan yang gagal dijangkau oleh jaringan listrik yang tersentralisasi.

Hal ini terbukti dengan besarnya investasi pada pembangkit listrik tenaga surya, sebesar US$86 miliar pada 2010 – yang hampir sebanding dengan investasi energi listrik tenaga angin yang sebesar US$93 miliar – termasuk di dalamnya proyek-proyek dalam skala kecil .

Investasi tenaga surya India banyak didorong oleh investasi pembangkit listrik mandiri, di luar jaringan listrik nasional. Bahkan, dari data terakhir lebih dari 97% instalasi surya di India adalah instalasi mandiri.

Masyarakat pedesaan India sudah lelah menunggu jaringan listrik nasional masuk ke wilayah mereka, karena walau kapasitas jaringan listrik India meningkat 60% dalam sepuluh tahun terakhir, namun akses terhadap energi hanya naik 10%.Namun kini, dengan harga panel surya yang turun drastis, melejitnya harga minyak, dan berlimpahnya insentif dari pemerintah melalui program pengembangan tenaga surya, prioritas mulai berubah.Hanya 10% insentif untuk program pembangkit listrik tenaga surya yang diberikan ke pembangkit mandiri skala kecil. Akibatnya investor berlomba-lomba membangun pembangkit surya dalam skala besar di seluruh India untuk meraup sumber daya dan keuntungan yang berlimpah.

Namun proses pembangunan energi skala besar India selalu dihantui oleh masalah lain, seperti masalah akuisisi lahan, pemindahan penduduk, dan isu kemiskinan energi (energy poverty), sehingga wirausahawan sosial terkemuka India, Harish Hande, mengritik kebijakan pemerintah itu sebagai kebijakan yang tidak membela rakyat miskin.
Kritik lain datang dari lembaga penelitian kebijakan, Prayas, yang meminta pemerintah mengubah regulasinya agar sesuai dengan kenyataan di lapangan: “Kesuksesan program ini tergantung pada kemampuan pemerintah menyediakan tenaga surya ke sepertiga populasi India. Mereka belum mendapatkan akses layak ke tenaga listrik, bukan yang lain.”

Kritik ini sesuai dengan proyeksi Agensi Energi Internasional (International Energy Agency) yang dalam laporannya menyebutkan, guna memastikan akses energi yang merata pada 2030, sebanyak 70% dari total investasi energi hendaknya disalurkan untuk membangun jaringan listrik mikro atau pembangkit listrik mandiri – bukan pembangkit dan jaringan listrik yang tersentralisasi. Sesuai dengan rekomendasi IEA, nasib 1,2 milliar penduduk tergantung pada kebijakan ini.
Perpindahan pola pembangunan ke proyek energi skala besar akan gagal sebagian besar karena masing-masing pihak berlomba-lomba memanfaatkan kesempatan yang hanya datang satu kali dalam satu generasi.

Sementara itu kemiskinan energi (energy poverty) telah menggerakkan para wirausahawan sosial untuk mengembangkan inovasi unik untuk rakyat miskin. Mereka berhasil menciptakan perekonomian energi lokal yang mampu memecahkan masalah yang selama ini gagal dipecahkan oleh jaringan dan pembangkit listrik yang tersentralisasi – yang telah menghabiskan dana miliaran dolar dan memakan waktu bertahun-tahun – yaitu: akses ke energi bersih dan ramah lingkungan.

Nasib jutaan orang di muka bumi tergantung pada pendekatan yang akan diambil oleh pemerintah dan sekaranglah saatnya untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan menerapkan kebijakan yang tepat.


Artikel ini diadaptasi dari tulisan Justin Guay, aktifis di Sierra Club International Program

 

(http://www.kendali.com/index.php?option=com_content&view=article&id=248:belajar-energi-dari-india&catid=126:news-word&Itemid=140)


Artikel yang berhubungan:
Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters

Warning: strftime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 250
free counters
Alpen Steel Facebook