Alpen Steel | Renewable Energy

~ Pemerintah Mengoptimalkan Energi Terbarukan

Untuk mengurangi beban harga listrik nasional yang cukup mahal karena didominasi BBM serta menciptakan ketahanan energi nasional, pemerintah akan mengoptimalkan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT). Salah satunya adalah panas bumi (Geothermal) yang potensinya sangat besar di Indonesia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan, hal ini akan mengurangi subsidi dalam jumlah besar. “Harga listrik yang dinikmati masyarakat di rumah-rumah sangat mahal, berkisar antara US$ 36-40 sen per kWh, sehingga sudah saatnya kita memilih energi yang lebih murah,”kata Jero Wacik dalam pernyataan pers yang diterima Jurnal Nasional, Minggu (4/3). Wacik merinci, harga produksi listrik bertenaga air mencapai US$ 5 sen per kWh, batubara US$ 6,5 sen per kWh, gas US$ 8,2 sen per kWh, geothermal US$ 8,5 sen per kWh, nuklir US$ 150 sen per kWh, BBM US$ 200-300 sen per kWh dan pembangkit matahari (surya) US$ 1.500-3.000 sen per kWh. Dari perbandingan harga tersebut, Wacik meyakinkan arah pemerintah untuk mengutamakan pengembangan EBT sebagai sumber energi sudah benar. Jero Wacik mengungkapkan, pihaknya telah menandatangani pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) berkapasitas total 4X100 MW, masing-masing 2X100 MW di PLTP Rajabasa dan PLTP Meulaboh dan akan terus dikembangkan. ”Masih ada 28 titik lagi yang akan saya dorong terus pengembangannya. Jika semua jadi kira-kira akan menghasilkan pembangkit dengan kapasitas 7000 MW,” ujarnya. “Bila semuanya dapat masuk ke PLN maka akan mengurangi subsidi dalam jumlah besar,”sambungnya. Terkait keputusan pemerintah menaikkan harga BBM, Wacik menyatakan kebijakan itu merupakan langkah dan opsi terakhir yang diambil pemerintah. Kenaikan BBM merupakan kebijakan yang berat dan terpaksa dilakukan, agar APBN bisa berjalan dan tak mengganggu pembangunan sehingga tidak menghancurkan perekonomian negara. “Kalau bisa tidak naik dan ekonomi tetap nyaman, kami pilih tidak naik. Tetapi kalau langkah ini tidak diambil, justru situasinya akan lebih buruk. Ekonomi kita hancur, dan tidak bisa membangun apa-apa. Ekonomi kita terpuruk lebih jauh dan tidak ada harapan apa-apa,"jelasnya. Untuk mengurangi beban masyarakat, Pemerintah akan memberikan kompensasi berupa uang tunai, tambahan kuota dan volume beras raskin, beasiswa dan kompensasi sektor transportasi berupa pemberian kupon angkot/bus kepada anak sekolah. Sedangkan dari sisi pemerintah, akan dilakukan pemangkasan anggaran yang dianggap tidak mendesak seperti, pembangunan gedung, rapat-rapat di hotel dan lain-lain. Dengan langkah ini diharapkan tekanan terhadap APBN dapat dikurangi. jurnas.com
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Product



Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook