Alpen Steel | Renewable Energy

~ Kampung Mandiri Energi Manfaatkan Sagu, Nipa, Jarak Pagar, Kelapa, Sawit, Singkong Dan Tebu

Kampung Mandiri Energi Terbarukan di Papua

 

Kapanlagi.com - Pemerintah Provinsi Papua tengah mengembangkan kampung mandiri energi terbarukan dengan melakukan proyek rintisan pada 2010.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Papua, DR Jannes Johan Karubaba menanggapi pelaksanaan program pemerintah provinsi "Papua Terang" di Jayapura, Selasa.

"Upaya membangun kampung mandiri energi terbarukan ini dimaksudkan agar daerah memiliki kemampuan untuk mendapatkan pasokan energi yang ramah lingkungan sehingga program `Papua Terang` dapat tercapai," katanya.

Karubaba mengatakan, dengan Kampung Mandiri Energi (KME) masyarakat terutama yang mendiami daerah-daerah terpencil di Papua, nantinya memiliki akses untuk mendapatkan energi.

Selain itu secara ekonomi, kemandirian energi daerah dengan KME tersebut akan membantu masyarakat mampu menjangkau harga energi.

"Energi yang dikembangkan adalah energi terbarukan yang potensinya cukup besar di Papua, dengan demikian ada jaminan untuk menjaga pasokan energi," ujarnya.

Pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan dapat memberikan jaminan bagi kelestarian lingkungan, termasuk kehidupan manusia karena tidak menghasilkan gas buang yang bisa membahayakan kesehatan.

Adapun dari segi jenis penggunaan energi terbarukan, KME terbagi menjadi dua yakni KME berbasis energi non Bahan Bakar Nabati (BBN) yang bersumber dari tenaga air, angin serta tenaga surya dan KME berbasis BBN.

"KME berbasis BBN memanfaatkan tanaman lokal seperti sagu, nipa, jarak pagar, kelapa, sawit, singkong dan tebu," katanya.

Proyek rintisan KME 2010 dilaksanakan di beberapa daerah, untuk KME berbasis BBN, sagu dan nipa di Kabupaten Waropen, diolah menjadi bioetanol. Sementara di Kabupaten Pegunungan Bintang dikembangkan mikrohidro.

Adapun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dikembangkan di 50 kampung dan selanjutnya akan meliputi 3.000 kampung dengan bantuan dari pemerintah pusat.

Peraturan Presiden No.5/2006 mengenai kebijakan energi nasional menyebutkan pada 2025 peran "biofuel" (bahan bakar nabati) menjadi lebih dari 5% dari total konsumsi energi nasional. Sama halnya dengan energi panas bumi, biomassa, nuklir, tenaga surya dan angin.

Sedangkan peran minyak bumi berkurang dari 20% total konsumsi energi nasional. (ant/cax)

 

Sumber : Kapanlagi.com

 


Artikel yang berhubungan:
Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook