Alpen Steel | Renewable Energy

~ 70.000 Desa Di Indonesia Butuh Listrik

PEMBANGUNAN PEDESAAN
Program Desa Mandiri Energi Hadapi Kendala Pendanaan

 

Jakarta, Kompas - Dana yang terbatas menjadi kendala perluasan program desa mandiri energi bagi 4.000 desa di Indonesia. Untuk melaksanakan program tersebut di 4.000 desa, dibutuhkan investasi Rp 4 triliun-Rp 5 triliun.

”Di Indonesia ada 70.000 desa yang membutuhkan listrik, tetapi tahap awal setidaknya 3.000- 4.000 desa sudah harus memiliki sumber energi sendiri,” kata Deputi Bidang Koordinasi Pertanian dan Kelautan Kantor Menko Perekonomian Bayu Krisnamurthi di Jakarta, Kamis (10/9), saat menyampaikan sambutan mewakili Menteri Keuangan sekaligus Pelaksana Jabatan Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati dalam Ekspos Evaluasi Dua Tahun Program Desa Mandiri Energi (DME).

Kendala perluasan program DME, menurut Bayu, karena 95 persen pendanaan bergantung pada pemerintah pusat, atau APBN. Dan, dari pemerintah daerah, kontribusi masyarakat dan perusahaan swasta hanya kurang dari 5 persen.

Tahun 2009, dana yang dipakai untuk pengembangan DME hanya Rp 75 miliar, berasal dari anggaran stimulus.

”Masalah lain adalah sistem pengembangan DME yang masih sederhana dan bersifat sementara. Padahal, jika hasil yang diperlihatkan dalam dua tahun ini memuaskan, seharusnya sistem yang dikembangkan harus lebih permanen,” kata Bayu.

Program DME dimulai pada Oktober 2007 dan saat ini sudah mencakup 633 desa di 27 provinsi. Total investasi yang ditanamkan Rp 895,3 miliar.

Dengan demikian, investasi untuk setiap desa mencapai Rp 1,4 miliar. Dengan program DME penggunaan bahan bakar mineral di 633 desa dapat dihemat hingga 39,2 juta kiloliter per tahun, atau setara Rp 235 miliar per tahun.

Umur ekonomi fasilitas energi yang dibangun mencapai 8-10 tahun dengan tingkat pengembalian investasi 2,5 tahun.

Untuk program DME sumber dana terbesar berasal dari Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Rp 233 miliar, atau 36,8 persen dari total investasi. Disusul Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal Rp 156 miliar (24,6 persen), Departemen Pertanian Rp 144 miliar (22,7 persen). Adapun dari pemerintah daerah dan swadaya masyarakat hanya Rp 23 miliar (3,6 persen).

Sisanya dari Departemen Perindustrian Rp 52 miliar, Departemen Dalam Negeri Rp 11 miliar, Kementerian Koperasi UKM Rp 12 miliar, dan Departemen Kehutanan Rp 2 miliar.

”Setiap desa di Indonesia memiliki sumber energi, mulai dari jarak pagar, aren, lontar, ubi, hingga nyamplung,” ujar Bayu.

Koordinator Pelaksana Tim Koordinasi Program DME Musdhalifah Machmud mengatakan, saat ini tengah dikembangkan teknologi gasifikasi skala kecil, bioetanol, dan biodiesel yang menggunakan nyamplung.

”Pada kurun waktu 2010-2014, program DME menargetkan 3.000 desa di 33 provinsi sebagai desa mandiri, termasuk desa di wilayah tertinggal dan terpencil,” kata Musdhalifah. (OIN)

 

Sumber : Kompas

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook