Alpen Steel | Renewable Energy

~ Taman teknologi energi alternatif di Pantai Parangracuk, Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta, Mangkrak

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO
Peralatan pendukung Taman Energi Alternatif yang berada di Pantai Parangracuk, Sapto sari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, saat ini banyak yang rusak dan dibiarkan telantar. Taman energi di kawasan tersebut hanya menyisakan tiang kincir angin dan kerangka sel surya seperti terlihat beberapa waktu lalu.
 
Taman Energi Alternatif Mangkrak

Gunung Kidul, Kompas - Taman teknologi energi alternatif di Pantai Parangracuk, Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta, mangkrak. Semua prototipe pembangkit listrik tenaga ombak milik Badan Penerapan Pengkajian Teknologi, mulai dari kincir angin, sel surya, hingga pembangkit listrik tenaga ombak, tidak lagi bisa digunakan. Tanpa penjagaan, pencurian alat-alat makin marak terjadi.

Kepala Balai Pengkajian Dinamika Pantai BPPT Rustiono mengatakan, mangkraknya pembangkit listrik tenaga ombak (PLTO) dengan sistem Oscillating Water Column (OWC) di Pantai Parangracuk dipengaruhi perubahan kebijakan internal BPPT. Meskipun telah memasang instalasi OWC senilai Rp 500 juta di Pantai Parangracuk, Balai Pengkajian Dinamika Pantai tidak punya kewenangan meneliti konversi energi terbarukan sejak tahun anggaran 2008.

Perubahan kebijakan itu menyebabkan PLTO jenis lain, yaitu OWC apung yang baru sekali diuji coba di Surabaya, tak bisa dimanfaatkan lagi. ”Penelitian belum dilanjutkan karena perubahan kebijakan,” ujar Rustiono, Selasa (23/2).

Telantar dan hilang

Kini, OWC terapung itu hanya tergeletak di depan kantor Balai Pengkajian Dinamika Pantai. Untuk pengoperasian OWC terapung di tengah laut dibutuhkan dana Rp 600 juta. ”Kami mempersilakan investor, seperti departemen terkait yang mengurusi energi, jika ingin membeli dan memanfaatkannya,” kata Humas Balai Pengkajian Dinamika Pantai BPPT Alfan Santono.

Prototipe PLTO di Parangracuk merupakan satu-satunya di Indonesia sejak dipasang pada 2006. PLTO sebenarnya sudah berhasil mengubah energi ombak menjadi energi listrik dengan daya 0,5 megawatt. Prototipe pembangkit energi alternatif lainnya telah dipasang di Parangracuk sejak 2002. BPPT sempat berencana akan memusatkan seluruh penelitian energi alternatif nasional di Pantai Parangracuk ini.

Menurut Alfan, biaya perawatan teknologi energi alternatif cenderung mahal atau sekitar Rp 150 juta per tahun. Pemerintah belum menganggarkan dana perawatan bagi infrastruktur penelitian energi alternatif, seperti di taman seluas 12 hektar di Pantai Parangracuk itu. (WKM)

 

Sumber : kompas

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook