Alpen Steel | Renewable Energy

~ Percepatan Pembangunan Desa Mandiri Energi Dengan Dana Rp.56 Triliun

PLN Genjot Energi Alternatif
Program DME Masih Hadapi Tantangan Serius

 

Bandung, Kompas - PT Perusahaan Listrik Negara Distribusi Jawa Barat-Banten terus mencari potensi energi alternatif, seperti kotoran sapi, eceng gondok, dan tenaga surya untuk mengejar rasio elektrifikasi 70 persen di Jabar pada 2010.

Deputi Manajer Komunikasi PLN DJBB Adang Djarkasih, Senin (23/11) di Bandung, mengatakan, saat ini ada sembilan desa di Jabar yang belum tersambung jaringan listrik. Wilayah itu meliputi empat desa di Cianjur dan lima desa di Garut.

"PLN telah menyiapkan dana Rp 1 miliar untuk investasi. Pengembangan energi alternatif telah dilakukan PLN sejak 2005," kata Adang.

Energi alternatif yang juga akan dikembangkan adalah singkong. Khusus energi alternatif dari biogas eceng gondok sedang dikembangkan di Desa Kertasari, Karawang.

Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi, kemarin di Bandung, menyebutkan, percepatan pembangunan desa mandiri energi (DME) akan dilakukan melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dengan dana sekitar Rp 56 triliun.

Jumlah DME sudah mencapai 633 desa yang tersebar di seluruh Indonesia. "Investasi 633 desa itu sejak tiga tahun lalu mencapai Rp 895 miliar. Hasilnya, terjadi penghematan BBM senilai Rp 1,2 triliun," ujarnya.

Biaya yang dibutuhkan untuk membuat pembangkit listrik dari sumber daya lokal terbarukan sebesar Rp 100 juta-Rp 1,2 miliar. Biaya termurah bersumber dari biomassa dan termahal dari mikrohidro, yakni Rp 1 miliar per desa. Potensi sumber daya alam terbarukan yang belum dimanfaatkan maksimal adalah tenaga angin, matahari, dan ombak.

Linggi, inisiator program DME di Desa Batanguruh, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, mengaku berhasil menerangi 200 rumah di desanya dari mikrohidro berkapasitas 56 kilowatt. Setiap rumah memerlukan sekitar 110 watt untuk penerangan, alat-alat listrik, dan alat penunjang kegiatan perekonomian.

"Bisa dibilang pembangkit kami surplus listrik sehingga kami rencananya akan menjual listrik ke PLN," tutur pria yang menjadi juara pertama lomba DME 2008 itu.

Soal biaya

Kepala Bidang Listrik dan Pemanfaatan Energi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jabar Sumarwan HS mengatakan, di Jabar pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) sudah digunakan di 33 desa, sedangkan pembangkit listrik tenaga biomassa di 69 desa.

Guna mendukung DME, Pemerintah Provinsi Jabar menganggarkan dana Rp 24 miliar untuk program energi terbarukan dan Rp 40 miliar untuk pembangunan jaringan listrik.

"Pemanfaatan energi terbarukan amat tergantung sektor lain, seperti lingkungan. Kalau lingkungan di hulu rusak, misalnya, debit air berkurang," kata Sumarwan. Akibatnya, PLMTH pun tidak bisa bekerja.

Kepala Dinas ESDM Jabar Thahir Sastradiningrat mengatakan, baru sekitar 27 juta orang dari 42 juta penduduk Jabar yang sudah menikmati jaringan listrik. Sebagian besar warga yang belum mendapatkan fasilitas listrik tersebar di selatan Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Cianjur, dan Sukabumi.

Menurut Thahir, upaya untuk menjadikan desa menjadi mandiri energi tidak mudah. Biaya untuk membangkitkan energi listrik tenaga surya, misalnya, masih mahal.

"Nilai investasi sel surya untuk setiap rumah mencapai Rp 5 juta. Kalau satu kampung saja ada 40 keluarga, butuh Rp 200 juta," katanya. Selain itu, biaya pembangunan pembangkit listrik tenaga air mikrohidro dengan kapasitas hingga 500 kilowatt saja bisa Rp 1 miliar.

"Saya sedang mencari investor supaya panel yang masih diimpor dapat diproduksi di dalam negeri. Bahan bakunya tersedia di Kalimantan," katanya. (gre/bay)

 

Sumber : Kompas

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook