Alpen Steel | Renewable Energy

~ PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Pengembang Listrik Swasta

94 Lokasi untuk Proyek 10.000 MW Tahap II

Jakarta, Kompas - Pemerintah menetapkan 94 lokasi pembangunan pembangkit tenaga listrik proyek percepatan pembangunan pembangkit 10.000 megawatt tahap II.

Proyek itu akan dikerjakan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan pengembang listrik swasta. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 2 Tahun 2010 yang baru disahkan.

”Ini mempercepat diversifikasi energi untuk pembangkit tenaga listrik ke nonbahan bakar minyak,” kata Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Kementerian ESDM J Purwono di Jakarta, Jumat (29/1).

Total estimasi kapasitas pembangkit tenaga listrik yang akan dikembangkan 10.153 MW, yaitu 5.770 MW di sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali dan 4.383 MW di luar sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali.

Komposisi energi primer untuk pembangkit yang akan dikembangkan hingga tahun 2014 adalah panas bumi 39 persen, air 12 persen, batu bara 33 persen, dan gas 16 persen.

Total kebutuhan investasi pembangkit dan transmisi itu diperkirakan 16,34 miliar dollar AS. Dari jumlah itu, 15,96 miliar dollar AS di antaranya adalah investasi pembangkit.

Adapun kebutuhan investasi transmisi 383 juta dollar AS. Pendanaan pembangunan pembangkit dan transmisi itu berasal dari APBN, dana internal PLN, dan sumber dana lain, seperti Bank Pembangunan Asia (ADB).

Total jumlah proyek pembangkit tenaga listrik yang menggunakan energi terbarukan, batu bara, dan gas yang dilaksanakan PLN 21 unit terdiri dari 11 PLTP, 2 PLTA, 6 PLTU, 1 unit PLTG, dan 1 PLTGU.

Beberapa pembangkit itu antara lain PLTU Indramayu 1 x 1.000 MW dan PLTU Takalar 2 x 100 MW. PLN juga akan membangun 11 unit pembangkit listrik tenaga panas bumi dengan total kapasitas 880 MW, antara lain PLTP Sembalun, Kotamobagu, Ijen, dan Lahendong.

”Tahun ini proses lelang pembangunan PLTP dimulai,” kata Direktur Perencanaan dan Teknologi PT PLN Nasri Sebayang.

Energi terbarukan

Sementara total jumlah proyek pembangkit yang memakai energi terbarukan, batu bara, dan gas yang dilaksanakan pengembang listrik swasta 72 unit, yang terdiri dari 33 unit PLTP, satu unit PLTA, 36 unit PLTU, dan dua unit PLTGU.

”Energi primer dari batu bara untuk pembangkit tenaga listrik masih diperlukan. Namun, pelaksanaannya wajib memakai teknologi ramah lingkungan,” ujar Nasri Sebayang.

Terkait potensi gas metana batu bara sebagai energi, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan, pemerintah menargetkan cadangan gas metana batu bara (CBM) di Indonesia akan menjadi energi yang bisa dipakai secara luas mulai tahun 2011.

Hatta menyebutkan, hingga akhir 2009 sebanyak 20 kontrak kerja sama CBM di Indonesia sudah ditandatangani. Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menunjukkan, cadangan CBM mencapai 453,3 triliun standar kaki kubik.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM Evita H Legowo mengemukakan kendala pemanfaatan gas bumi, antara lain cadangan-cadangan gas yang besar umumnya ada di lokasi yang jauh dari konsumen.

Kendala lain, daya beli sebagian konsumen gas bumi di bawah keekonomian pengembangan lapangan gas. (EVY/OIN)

 

Sumber : Kompas


Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook