Warning: mktime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/plugins/system/vvisit_counter.php on line 62

Warning: mktime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/plugins/system/vvisit_counter.php on line 95
~ Minyak Jarak Sebagai Bahan Biodiesel Yang Banyak Digunakan

Alpen Steel | Renewable Energy


Warning: strtotime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 56

Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 198

Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 198

Warning: strtotime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 56

Warning: date(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 198

~ Minyak Jarak Sebagai Bahan Biodiesel Yang Banyak Digunakan

 

Permintaan Minyak Jarak Tak Terbatas
 


"Berapa pun jumlahnya (minyakjarak, red), kami tampung," kata IrJohar Wimhadi, asisten manajer Departemen Procurement PTEterindo Wahanatama. Perusahaan itu memang tengah memburu minyakjarak sebagai bahan biodieselyang banyak dibutuhkan berbagai industri dan kendaraan.

Johar Wirahadi tak menetapkan standar mutu khusus minyak jarak yang diperlukannya. Asal berupa minyak jarak—yang penting dari biji tua—pasti diterima. Satu liter jatropha crude oil (CJO) alias minyak jarak mentah berasal dari 3 kg biji kering. CJO diperoleh dengan mengepres daging biji kering setelah tempurung terkelupas. Saat ini Johar mematok harga Rp2.500—Rp3.000 per liter tergantung mutu. Kualitas minyak jarak dipengaruhi kadar air dan asam lemak bebas. Yang bermutu top, kadar keduanya kurang dari 1%.

Eterindo bukan satu-satunya perusahaan yang siap menampung CJO tanpa batas. PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) juga membuka lebar-lebar pintunya bagi pekebun yang ingin bermitra. Biji yang dihasilkan ditampung

RNI. "Berapa pun pasokannya kami siap menerima," ujar Bachtiar Parmus, kepala Pengembangan Bisnis RNI. Biji jarak dari pemasok akan diolah menjadi minyak mentah pengganti residu BBM—minyak bakar yang lebih rendah kualitasnya daripada solar.

Sejak 2003, RNI menggunakan energi nabati berupa daun tebu kering untuk memproduksi gula. Perusahaan itu mengelola perkebunan tebu di Cirebon , Indramayu, dan Pasuruan. Alhasil, pemakaian residu BBM menurun dari 16-juta liter pada 2002, menjadi 15-juta liter pada 2003. Setahun berselang, RNI mencoba serbuk gergajian kayu dan batubara sehingga pemakaian residu BBM pun hanya 12-juta liter. Penghematan yang

dilakukan RNI mencapai Rpll,5-miliar. Dengan memakai energi nabati, RNI bisa menekan harga pokok produksi (HPP) gula Rp2.599 per kg, semula Rp3.400.

Sekarang RNI melirikjarak. la mematok harga minyak jarak mentah Rp2.000 per liter, lebih rendah daripada residu BBM. Tak heran jika RNI menargetkan produksi 10-juta liter minyak jarak per tahun untuk memenuhi kebutuhan 10 pabrik gula miliknya. Saat ini sudah tersebar 39.000 hektar kebun binaan RNI.

Permintaan tinggi

Selain bermitra, RNI juga menanam sendiri di lahan 1.100 hektar yang tersebar di 3 tempat: Cirebon 350 ha, Subang 150 ha, dan Pasuruan 600 ha. Penghujung tahun lalu hingga awal tahun ini, ia menuai jarak di lahan 88 ha. Populasi per ha luas lahan efektif mencapai 2.500 pohon yang saat ini berumur lObulan—ditanam pada akhir Februari 2005.

Produksi perdana sekitar 0,5—1 ton per ha sehingga total jenderal ia mengangkut 40 ton biji jarak kering (1 kg kering berasal dari 4—5 kg segar). Diperkirakan pohon berbuah serempak pada 2006. Biji-biji itu akan diolah sendiri dengan mesin mutakhir dari Cina berkapasitas 10 ton per hari. Saat ini, RNI memang baru memiliki sebuah mesin di Cirebon , tetapi awal 2006 sebuah mesin didatangkan lagi dan ditempatkan di Subang.

DI (bacaidi wan) Oils,produsenbiodiesel dari Inggris kini berekspansi ke Jakarta . DI Oils dikenal sebagai produsen biodiesel dari kanola yang memasok industri otomotif diropa. Untuk mengembangkan usaha, kini mereka membidik Asia Tenggara.

Perusahaan yang berdiri pada 2002 itu, membangun pusat pengembangan jarak pagar di India . Di sana , dibangun instalasi pengolahan biodiesel berkapasitas 21.000 liter per hari. Akhir 2006, mereka akan membuat mesin berkapasitas lebih besar hingga 10 kali lipat.

Di Indonesia DI Oils siap menjalin kerjasama. "Kami siap bekerjasama (menampung biji dan minyak, red) dengan produsen jarak pagar di Indonesia," ujar Alfredo P Torno, senior advisor bussines development DI Oils Asia Tenggara, ketika ditemui Trubus di Jakarta. la sanggup menampung biji, minyak mentah, dan biodiesel, dalam j umlah tak terbatas. Perkara harga, bisa diatur sesuai kesepakatan. Bagi pengusaha yang mengelola 5.000—10.000 hektar lahan, akan ditempatkan satu unit mesin pengolah biodiesel. "Mereka takperlu membeli, mesin tetap milik kami," jelas pria asal Filipina itu.

Pasarekspor

Selain pasar domestik, pasar ekspor juga minta pasokan. Contoh Ahmed Mutar di Jakarta yang kelimpungan melayani tingginya permintaan. Amerika Serikat minta pasokan 100.000 ton minyak per bulan. Demikian juga Rumania , Inggris, dan Perancis yang membutuhkan 300.000 ton per bulan.

Terbukanya pasar biji maupun minyak mentah jarak, membawa angin segar bagi Kodir, pekebun jarak di Bogor , Jawa Barat. Sejak Desember 2005, ia menanam jarak seluas 3 hektar. Diperkirakan 5 bulan ke depan, ia panen perdana. Dengan rata-rata hasil panen 100 kg biji kering per hektar, Kodir bakal menuai 300 kg biji kering. Namun, harga jual kini jadi kendala. Beberapa produsen biodiesel menetapkan harga RpSOO per kg biji kering. Bagi Kodir, harga itu kurang memadai.

Sebab, dengan biaya produksi Rpl.150 per pohon pada tahun pertama, produksi biji harus di atas 2,5kg/pohon/tahun agar untung. Jumlah itu dicapai sejak tanaman berumur 3—4 tahun. Biaya produksi sejak tahun ke-2 Rp750 per tanaman. Menurut Bachtiar, jarak bisa menghasilkan biji kering hingga 5 kg/pohon/tahun pada umur di atas 5 tahun. Untuk itu, mau tidak mau produksibiji harus ditingkatkan. "Kalau bisa, justru harga yang dinaikkan," kata Kodir.

Jika biji dihargai RpSOO per kg, dengan asumsi hasil biji kering 5 kg/pohon/tahun, maka omzet pekebun Rp6.250.000 per/ha/ tahun. Setelah dikurangi biaya perawatan Rpl.875.000/ha/tahun, maka pekebun masih bisa mengantongi Rp4.375.000/tahun atau sekitar Rp365.000 per bulan. Jumlah ini hanya separuh upah minimum regional/ provinsi (UMR/UMP) yang bisa mencapai Rp750.000. "Berkebun jarak sebaiknya untuk usaha sampingan," ujar Bachtiar.

Hal senada dilontarkan Prof Dr Ir H R Sudradjat, MSc, periset Pusat Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Menurut Sudradjat, biji jarak juga dapat diolah sendiri untuk keperluan petani sebagai bahan bakar kompor, traktor, dan mesin perahu. "Kami sudah buat alatnya (baca: Satu Biji Tiga Minyak, halaman 132, red)," tegas Sudradjat.

Permintaan tinggi Sarat kendala

Meski pasar biji dan minyak mentah terbuka, bukan berarti bisnis jarak tanpa kendala. Kematangan buah tidak serentak, menyedot banyak tenaga kerja. Tingginya harga mesin pengolah minyak jarak juga jadi hambatan. Untuk mesin pengempa berkapasitas 200 kg per hari, salah satu produsen mesin mematok harga Rp40- juta. Musababnya, produsen mesin belum berpoduksisecaramassal.Memang,pekebun dapat berkongsi sehingga lebih ringan.

Saat ini belum ada pekebun yang mengolah sendiri biji jarak. Banyak yang telah memanen, tapi mereka menggunakan biji untuk perluasan tanam. Pekebun lain menjual biji sebagai benih dengan harga Rp20.000 per kg. Padahal, permintaan industri pengolah biodiesel tinggi. Eterindo,

Ory Octavianus, tanam jarak 200.000 hektar di NTT

misalnya, membutuhkan pasokan 65.000 liter CJO per hari agar mesin pengolah biodiesel berkapasitas 60 ton/hari bisa berpoduksi efisien. "Sampai saat ini, pasokan masih di bawah 65.000 liter," ujar Johar.

Meski banyak hambatan, tren penanaman jarak terus membumbung. Di Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Ory Octavianus gencar menanam jarak. Bersama warga di sana , ia menargetkan 200.000 hektar hingga 2007. Saat inibaru 1.000 hektar yang ditanam. Muhammad Rosyid, pekebun di Penajam, Kabupaten Pasir, Kalimantan Timur, bekerjasama dengan pemerintah daerah menanam jarak pagar 10.000 hektar.

Hingga saat ini, data luasan lahan jarak belum diketahui. Eko Setiawan SP M.Si, staf Bidang Budidaya Kelompok Kerja Jarak Kamar Dagang Indonesia (Pokja Kadin), memperkirakan luas lahan penanaman jarak pagar akan terus bertambah. Sebab, pengembangan jarak terkait dengan program pemerintah yang akan menanam jarak 10-juta hektar pada 2009.

Soal pasar? Tak perlu gentar. Menurut Bachtiar, setiap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Pertamina, RNI, PTPN I—XIII, PLN, Perhutani, dan Inhutani. diinstruksikan untuk menampung biji jarak yang dihasilkan. "Instruksi itu akan dituangkan dalam keputusan presiden," jelas Bachtiar. (Imam Wiguna)


Sumber :Trubus

    PT. Kreatif Energi Indonesia
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters

Warning: strftime(): It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected the timezone 'UTC' for now, but please set date.timezone to select your timezone. in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/libraries/joomla/utilities/date.php on line 250
free counters
Alpen Steel Facebook