Alpen Steel | Renewable Energy

~ 11 Investor Danai Bangun Pabrik Bioetanol Dan Biodiesel

Investor Bangun Pabrik Biodiesel dan Bioetanol


Scbanyak 11 investor telah nicndapatkan izin dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (15KPM) untuk membangun pabrik biodicsel dan bioetanol di seluruh wilayah Indonesia . Diper-kirakan, investasi untuk setiap pabrik mencapai Rp 300 miliar dengan kapasitas produksi per tahun sekitar 50.000 - 150.000 kiloliter.

Mcnristek Kusmayanto Kadiman menyatakan, investasi scbesar itu masih bcluin lermitsuk biaya penggantian lahan. "Nama-nama pemsahaannya ada BKPM, tapi yang jelas nantinya pabrik itu akan ada di Lampung, karena di sana banyak bahan baku seperti singkong," katanya usai membuka seminar energi alternatif di Ja­karta , Rabu (14/12).

Dia menyatakan, untuk mendorong pengembangan kedua energi tersebut sudah saatnya pemerintah mengeluarkan peraturan penggunaan biodiesel dan bioetanol. "Ini supaya pemakaian BBM bisa dikurangi dan mutu BBM menjadi lebih ramah lingkungan," katanya. Menurutnya, 800 SPBU di Thailand telah menerapkan hal ini.

Kusmayanto juga mengatakan, .penerapan teknologi dalam pe­ngembangan batu bara sebagai alternatif pengganti BBM telah ber-jalan baik. "Batu bara bisa saja ditaruh dipermukaan untuk bahan baku pembangldt listrik mulut tambang, atau harus dicairkan dulu untuk mempcroleh minyak. Secara teknologi sudah siap, tinggal intervensi pemerintah agar batu bara lebih banyak dipakai," katanya.

Menurutnya, selain intervensi, yang paling dibutuhkan saat ini adalah bantuan pendanaan dari sektor perbankan. "Perbankan dibutuhkan untuk bisa saling sharing risiko. Tentunya, bagi pengembang batu bara haruslah memiliki cashflow positif agar bisa memberikan jaminan bagi perbankan," katanya.

Dirjen Mineral Batubara dan Panas Bumi Simon Felix Sembiring mempersilakan para bankir untuk membantu pendanaan para pe­ngembang batu bara. "Kami jamin opportunity dari pengemba­ngan batu bara untuk saat ini sudah layak bagi kaum perbankan, terutama setclah penerapan teknologi bam, seperti up grade dan pencairan yang menghasilkan nilai tambah," katanya.

Direktur Direktorat Pcnelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia Muliaman I). Hadad menyatakan, pendanaan dari per­bankan untuk sektor pertambangan hingga September 2005 me-mang baru meneapai Rp 9,5 triliun. "Itu memang masih kecil dib-anding sektor lain. Perbankan kurang tertarik untuk mendanai pro­yek yang masih eksplorasi, kami lebih mcmilih proyek pertam­bangan yang sudah feasible dan bankable secara bisnis," katanya.

Direktur Eksckutif Asoasiasi Pertambangan Batubara Indonesia APBI Socdjoko mengatakan, dengan dana Rp 9,5 triliun mcnan-dakan peluang pembiayaan untuk sektor pertambangan batu bara masih terbuka lebar. "Itu tentunya masih bisa ditingkatkan, sebagai pengusaha kami juga akan membuat bagaimana bisnis kami yang memang penuh risiko memiliki cashflow positif," katanya. (ari)

JAKARTA
Sumber : Kompas
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook