Alpen Steel | Renewable Energy

~ Energi Terbarukan Untuk Non Komersial Di Asia

Energy Terbarukan (Renewable energy)

Energy Terbarukan (Renewable energy) memproduksi sekitar 13% dari kebutuhan Energy Global dan 6% berada di Amerika Serikat. Dari 13%, sekitar 80% berasal dari biomassa, yang utamanya digunakan untuk non-komersial di Asia.

Source: Renewable Energy Annual 2003

http://www.greenjobs.com/public/info/industry_background.aspx

 

 

Kenapa mini-hydro ?

Pembangkit Listrik Tenaga Air berskala kecil adalah salah satu alternatif teknologi energi yang paling efisien dan sangat handal untuk memproduksi listrik yang paling bersih dan ramah lingkungan.

 

Secara spesifik, keuntungan yang dihasilkan PLTA skala kecil dibanding tenaga Angin, Gelombang dan Matahari adalah:

- Efisiensi yang tinggi (70 - 90%), sejauh ini masih yang terbaik dalam teknologi energi

- Faktor Kapasitas (biasanya >50%), dibanding 10% untuk matahari dan 30% untuk angin

- Kecermatan yang sukup untuk memprediksi pola curah hujan

- Perubahan yang berkala, Tenaga keluaran naik turun secara gradual per hari (bukan per menit)

- Perencanaan sistem yang awet, biasanya di desain untuk 50 tahun

- PLTA skala kecil biasanya hanya sedikit membendung aliran atau tidak membendung sama sekali jadi berbeda dengan PLTA skala besar yang mempengaruhi DAS (Daerah Aliran Sungai) di hilirnya.

nology; systems can readily be engineered to last for 50 years or more.

Tenaga air merupakan sumber energi primer yang terbarukan dan merupakan sumber energi domestik serta ramah lingkungan. Pemanfaatan tenaga air untuk pembangkit tenaga listrik adalah dengan membangun Pembangkit Litrik Tenaga Air ( PLTA ) untuk skala besar atau membangun Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro ( PLTM ) untuk skala menengah dan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro untuk skala kecil.

 

Pembangunan PLTM adalah dengan memanfaatkan potensi tenaga air  sungai dimana besarnya tenaga listrik yang dapat dihasilkan tergantung dari besarnya aliran sungai serta beda tinggi dari kemiringan sungai.

 

Pengembangan PLTM umumnya dilakukan dengan sistim aliran langsung yang berarti tidak diperlukan adanya waduk yang umumnya memerlukan lahan yang luas,sehingga akan tetap dapat mepertahankan lingkungannya.

 

Pembangunan PLTM dapat membantu penyediaan tenaga listrik  yang dalam pasal 4 ayat 3 UU No. 20 tahun 2002 tentang Ketenagalistrikan disebutkan, guna menjamin ketersediaan energi primer untuk pembangkit tenaga listrik, diprioritaskan penggunaan sumber energi setempat dengan kewajiban mengutamakan pemanfaatan sumber energi terbarukan.

Pemerintah telah pula membuat peraturan perundangan yang menunjang investasi dalam bidang PLTM yaitu :

Peraturan Pemerintah No. 03 tahun 2005 tentang Ketenagalistrikan menyatakan bahwa guna menjamin ketersediaan energi primer untuk pembangkit tenaga listrik, diprioritaskan penggunaan sumber energi setempat dengan kewajiban mengutamakan pemanfaatan sumber energi terbarukan. Dalam Pasal 2 Peraturan Pemerintah tersebut disebutkan :

Ayat 3     Penyediaan tenaga listrik dilakukan dengan memanfaatkan seoptimal mungkin sumber energi yang terdapat diwilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ayat 4     Guna menjamin ketersediaan energi primer untuk penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum, diprioritaskan penggunaan sumber energi setempat dengan kewajiban mengutamakan pemanfaatan sumber energi terbarukan.

Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 001Tahun 2006 tentang Prosedur Pembelian Tenaga Listrik Dan / Sewa Menyawa Jaringan Dalam Usaha Penyediaan Tenaga Listrik Untuk Kepentingan Umum.

Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 002 Tahun 2006 tentang Pengusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Terbarukan Skala Menengah.

PLTM adalah menggunakan sumber energi setempat serta merupakan sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan,dan dengan dioptimalkannya penggunaan tenaga air untuk membangkitkan tenaga listrik maka sekaligus dapat menekan penggunaan Bahan Bakar Minyak yang harganya cenderung meningkat dan dan juga cadangannya semakin kecil. 

 

 

PLTM Telanai - Banding Agung - SumSel

Kecamatan Banding Agung, Kabupaten Ogan Komering Ulu Propinsi Sumatera Selatan, secara administratif merupakan wilayah kerja pelayanan tenaga listriknya berada dibawah PT. PLN (Persero) Wilayah S2JB. Pasokan tenaga listrik untuk Sistem setempat dipasok dari PLTD serta dari gardu induk 150/20 kV terdekat  dan disalurkan melalui jaringan 20 kV sebelum didistribusikan kepada para pelanggan dengan jaringan distribusi 220 Volt.

 

Kondisi keuangan PT. PLN (Persero) yang kurang menguntungkan antara lain akibat dampak krisis moneter 1997 yang efeknya masih dirasakan sampai sekarang  dan juga PLN yang masih  merugi mengakibatkan tidak tersedianya dana investasi untuk pengadaan pembangkit baru serta terbatasnya dana operasi untuk pemeliharaan pembangkit sehingga sebagian dari pembangkit-pembangkit yang ada mengalami penurunan daya mampu dan tidak dapat diandalkan serta tidak cukup untuk memenuhi pertumbuhan beban yang ada.

 

Selain itu, daerah daerah yang secara geografis terletak jauh dari pusat tenaga listrik memiliki panjang kawat penghantar yang panjang  mengakibatkan mutu listrik yang diterima oleh konsumen menjadi tidak layak.

 

Hal tersebut diatas menyebabkan keterbatasan pasokan tenaga listrik yang menimbulkan ketidak seimbangan antara pasokan dan kebutuhan daya sehingga terjadi pemadaman pada waktu beban puncak,.dan dibatasinya penyambungan pelanggan baru, baik dari pelanggan Industri, Bisnis maupun pelanggan rumah tangga , dan khususnya untuk wilayah Banding Agung, kondisi ini tentunya merupakan kendala bagi pengembangan ataupun tumbuhnya Sektor Industri dan Usaha didaerah tersebut dan berakibat   pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut menjadi terhambat.

 

 

PLTM Telanai Banding Agung tersebut akan dioperasikan dengan pola Run-off River (ROR) yaitu pola aliran langsung sehingga dengan menggunakan pola operasi ini PLTM akan dapat beroperasi selama 24 jam dalam sehari.

 

Dengan pola ROR ini maka tenaga listrik yang dihasilkan dari PLTM ini akan dipakai sebagai pemikul beban dasar pada Sistem di wilayah Banding Agung, Muara Dua, Ogan Komiring Ulu Selatan sedangkan kekurangan pada beban puncak akan masih dipasok dari Gardu Induk dan atau PLTD.

 

dipasok dari Gardu Induk dan atau PLTD.
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook