Alpen Steel | Renewable Energy

~ Energi Listrik Tenaga Terbarukan Ditingkatkan Tiga Kali

Anggaran Listrik Terbarukan Akan Ditingkatkan Tiga Kali

Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Lukman Edy akan meningkatkan anggaran pembangkit listrik tenaga terbarukan bagi desa-desa terpencil hingga tiga kali lipat. Diharapkan, dalam tempo lima tahun ke depan, seluruh desa di Indonesia sudah teraliri listrik.

Menurut Lukman ketika mengunjungi Dusun Clapar III, Desa Hargowilis, Kokap, Kulon Progo, Jumat (27/3), jumlah anggaran pembangkit listrik tenaga terbarukan yang ada di APBN saat ini baru sekitar Rp 1 triliun per tahun. Jumlah itu akan diupayakan naik hingga Rp 3 triliun per tahun.

Dengan besar anggaran yang sekarang, masalah listrik di desa tertinggal baru terselesaikan 15 tahun lagi. "Karenanya, pemerintah harus bisa meningkatkan anggaran agar seluruh desa bisa terang dalam satu periode pemerintahan," katanya.

Peningkatan anggaran tersebut akan diusahakan pada APBN perubahan tahun ini. Namun, apabila tidak memungkinkan maka Lukman akan mengajukannya pada APBN 2010 mendatang.

Jenis-jenis energi terbarukan yang akan dimanfaatkan sebagai sumber tenaga pembangkit listrik antara lain sinar matahari, aliran air (mikrohidro), dan angin. Dalam hal ini pemerintah berkomitmen tidak membantu mesin diesel dengan alasan harga solar tidak stabil.

Di seluruh Indonesia, lanjut Lukman, terdapat sekitar 7.500 desa lagi yang belum teraliri listrik. Selama lima tahun terakhir, pemerintah telah berhasil menempatkan alat pembangkit tenaga listrik terbarukan di 2.500 desa.

"Semuanya murni dari pemerintah. Kami tidak bekerja sama dengan PT PLN karena dana yang diperlukan untuk mengadakan kabel dan tiang listrik jauh lebih besar. Apalagi mayoritas pola permukiman warga desa adalah tersebar," tutur Lukman.

Kulon Progo termasuk salah satu wilayah kabupaten yang menjadi sasaran penempatan alat pembangkit listrik tenaga terbarukan. Sekitar 105 pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sudah dibagi-bagikan kepada warga miskin Kulon Progo pada tahun 2008 lalu. Sepertiga dari jumlah itu ditujukan bagi warga miskin di Desa Hargowilis.

Menurut tokoh masyarakat Dusun Clapar Sudardjo, pada tahun 2008 ia mengajukan pengadaan PLTS sebanyak 211 buah, tetapi baru terpenuhi 36 buah. Kendati begitu, jumlah PLTS yang masih terbatas itu sudah cukup bermanfaat bagi warga.

Menurut Suyud (41), tenaga listrik yang dihasilkan PLTS sebesar 30 watt cukup untuk penerangan malam hari. Dengan begitu, Suyud yang berprofesi sebagai pembuat kerajinan bambu bisa bekerja hingga malam hari guna memenuhi pesanan pembuatan kursi dan perkakas rumah tangga.

Hanya saja, program PLTS tersebut tidak dibarengi dengan pelatihan perawatan alat bagi warga. Di Dusun Clapar, sudah ada tiga alat PLTS yang rusak, dan hanya didiamkan saja karena warga tidak bisa memperbaikinya.

Menghadapi masalah ini, Lukman justru yakin jika seluruh desa di Indonesia telah memiliki alat pembangkit listrik tenaga alternatif, maka industri kecil pembuat suku cadang dan perawatan alat akan tumbuh dengan sendirinya. Kami sudah melihat fenomena tersebut di India dan yakin bahwa masyarakat desa Indonesia bisa seperti itu, katanya.

WATES, KOMPAS
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook