Beginilah kira-kira suasana rumah tangga yang menggunakan energi listrik tenaga surya.
JAKARTA,tribunkaltim.co.id - Organisasi lingkungan Greenpeace menyerukan digalakkannya revolusi energi dari sumber terbarukan di Asia Tenggara, antara lain dengan menata ulang perekonomian di kawasan tersebut.
Siaran pers Greenpeace di Jakarta, Rabu (23/6/2010), menyebutkan, laporan baru organisasi lingkungan global tersebut menunjukkan bagaimana perekonomian Asia Tenggara dapat ditopang hampir 100 persen oleh energi terbarukan pada tahun 2050.
Bila benar-benar dapat direalisasikan, menurut Greenpeace, maka hal tersebut sekaligus bisa mencegah dampak terburuk perubahan iklim dan menghindari bahaya akibat penggunaan bahan bakar fosil dan energi nuklir.
Selain itu, penggunaan sumber energi terbarukan tersebut juga diprediksi akan menciptakan lapangan kerja di sektor kelistrikan 30 persen lebih banyak pada tahun 2020.
Ahli Energi Senior Greenpeace International, Sven Teske, memaparkan, investasi dalam energi terbarukan di Asia Tenggara dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan menjadi lebih pesat.
"Melakukan (investasi) tersebut akan menghilangkan ketidakpastian biaya bahan bakar fosil, dan biaya eksternal batubara dan penggunaan energi nuklir, seperti kesehatan atau kerusakan lingkungan," katanya.
Sven juga mengatakan, hal itu juga akan menciptakan lebih banyak pekerjaan dari yang bisa diciptakan industri batubara dan nuklir yang saat ini dinilai merupakan industri utama terkait dengan sumber energi kelistrikan.
Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Asia Tenggara, Arif Fiyanto, mengatakan, revolusi industri sejak abad ke-19 telah menciptakan dunia yang bergantung pada bahan bakar fosil yang mengakibatkan terjadinya siklus tak berkelanjutan yang terus memperburuk dampak perubahan iklim.
"Negara-negara berkembang paling berisiko dari dampak tersebut, seperti di Asia Tenggara, yang sekarang diberi kesempatan untuk menghindari jalan kehancuran ini dan segera beralih ke Revolusi Energi Terbarukan dan menuai manfaatnya," kata Arif.
Greenpeace menyerukan Revolusi Energi di Asia Tenggara menjelang digelarnya Forum Energi Bersih Asia ke-V di Manila, Juni 2010. (kompas.com)
Sumber: Tribun Kaltim
- ~ Guru Besar Oseanografi ITB: Empat Kecamatan Bakal Tenggelam
- ~ BMKG: Suhu Udara Di Riau Meningkat Mencapai 35,5 Derajat Celcius
- ~ BMKG: Suhu Udara Di Bogor Meningkat 32 Derajat Menjadi 33 Derajat Celcius
- ~ Pemanasan Global: Cuaca Ekstrem Disertai Kilat Dan Angin Kencang
- ~ Anomali Cuaca Akibat Pemanasan Global, Pekebun Dan Petani Rugi
- ~ Perubahan Iklim Musnahkan Mars Dan Venus
- ~ Perkiraan: Es Kutub Utara Akan Lenyap 2012
- ~ Pemanasan Global, Suhu Naik 6 Derajat, Bumi Mencekam
- ~ Ancaman Pemanasan Global, Peringatan Besar Dari Alam
- ~ Jarak Pagar Atasi Pemanasan Global



