"Kami sangat membutuhkan penerangan, untuk itu PLN agar tidak melakukan pemadaman lampu," kata Marni, warga Sikakap, di Mentawai, Minggu (11/12).
Menurutnya, pemadaman lampu yang dilakukan pihak PLN hingga selama delapan jam dirasakan masyakarat, itu terjadi hampir setiap hari.
"Pemadaman lampu dilakukan PLN dapat memicu terjadinya tindak kriminalitas di Kecamatan Sikakap," katanya.
Dia menambahkan, semestinya PLN harus mengantisipasi agar tidak ada pemadaman listrik tersebut hingga delapan jam di Kecamatan Sikakap.
"Warga telah berapa kali menyampaikan keluhan tentang pemadaman lampu, namun tidak mendapat respon dari PLN, sebaliknya pemadaman listrik terus berlangsung,"katanya.
Dia mengatakan, pada sisi lain warga setiap bulan selalu membayar tagihan listrik, namun keluhan sering matinya lampu hingga mencapai delapan jam ini tidak ditanggapi oleh PLN.
"PLN terus beralasan lampu sering mati akibat kurangnya pasokan bahan bakar, serta rusaknya salah satu mesin," katanya.
Menurutnya, PLN tidak ada upaya untuk mengatasi padamnya listrik hingga delapan jam per hari, namun hanya berjanji akan segera memperbaiki mesin yang rusak.
"Janji PLN telah berapa kali disampaikan pada masyarakat, namun kenyataannya listrik tetap padam hingga delapan jam," katanya.
Dia menambahkan, disamping itu, PLN juga tidak ada memberitahukan pada masyarakat dalam pemadaman listrik hingga delapan jam.
"Ini yang sangat kami sesalkan, tidak ada upaya dari PLN dalam mengatasi masalah listrik yang terjadi di Kecamatan Sikakap," katanya.
Pimpinan Subrayon PLN Sikakap, Indra mengatakan, pemadaman lampu terjadi akibat rusaknya salah satu mesin pembangkit.
"Rusaknya salah satu mesin ini akibat kondisinya yang sudah berumur tua, sehingga beberapa mesin saja bergerak untuk menghidupkan lampu," katanya.
Menurutnya, pihaknya sudah melaporkan ke Direktur PLN yang ada di Kota Padang untuk mengganti mesin pembangkit yang rusak tersebut.
"Untuk mengganti mesin yang rusak tersebut membutuhkan waktu lama dan prosedur yang panjang," katanya.
Dia menambahkan, mesin pembangkit tenaga listrik yang ada di Kecamatan Sikakap memilik daya sekitar 36 Megawatt.
"Pembangkit dengan daya 36 Megawatt ini mampu untuk mengaliri listrik sebanyak 27 ribu pelanggan,"katanya.
Sumber : Media Indonesia
- ~Pelantikan Dirut PLN
- ~ Sahur Mati Lampu, Warga Terpaksa Gunakan Lilin
- ~ Listrik Padam, Menyusul Rusaknya Pipa Pendingin PLTU Asam-Asam
- ~ Listrik Di Gedung Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Mendadak Padam
- ~ Lampu (Listrik) Terlalu Lama Padam, Peternak Ayam Di Kumpeh Ulu, Muaro Jambi Terganggu



